Berita

Presiden China, Xi Jinping/Net

Dunia

Puji Kemajuan Shenzhen, Xi Jinping: Dari Desa Nelayan Kecil Jadi Kota Metropolitan Modern

RABU, 14 OKTOBER 2020 | 13:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden China, Xi Jinping memberikan pujian bagi kots Shenzhen, yang berada di selatan negara tersebut. Ia mengatakan, Shenzhen berhasil melakukan reformasi dalam waktu yang sangat cepat.

Berbicara dalam pidato memperingati 40 tahun Zona Ekonomi Khusus (SEZ) di Shenzhen pada Rabu (14/10), Xi menyebut Shenzhen adalah kota pertama yang menerapkan lebih dari 1.000 langkah reformasi.

"Shenzhen hanya membutuhkan 40 tahun untuk mencapai apa yang akan membutuhkan waktu seratus tahun agar mewujudkan kota metropolitan global lainnya, yang merupakan keajaiban dalam sejarah dunia," kata Xi, seperti dikutip CGTN.


Sejak 1980 hingga 2019, Xi menuturkan, PDB Shenzhen naik dari 270 juta yuan menjadi 2,7 triliun yuan, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata hingga 20,7 persen.

"(Shenzhen) berubah dari desa nelayan kecil menjadi kota metropolitan modern selama empat dekade terakhir," sambungnya.

Pada periode yang sama, pendapatan fiskal kota juga naik, awalnya kurang dari 100 juta yuan menjadi 942,4 miliar yuan.

Total impor dan ekspir juga naik signifikan. Dari 18 juta dolar AS pada 1980, menjadi 431,5 miliar dolar AS pada 2019. Tingkat pertumbuhan rata-rata sendiri mencapai 26,1 persen.

Sejak SEZ diberlakukan, Shenzhen menerapkan strategi "datang" dan "keluar", dengan memanfaatkan pasar dan sumber daya domestik serta internasional sembari aktif menarik investasi global.

Dalam membangun ekonomi, SEZ Shenzhen, kata Xi juga tetap aktif mempromosikan kemajuan budaya dan ideologi, serta menerapkan nilai-nilai inti sosialis.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya