Berita

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

Politik

Airlangga: Dibanding Negara Lain, Fatality Rate Indonesia Lebih Rendah

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 14:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan perkembangan situasi Covid-19 di Indonesia dari segi penanganan, kesembuhan hingga ekonomi.

“Dari segi penanganan tingkat kesembuhan mencapai 76,48 persen. Dibandingkan global sudah lebih baik, yaitu 75,03 persen,” ucap Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (12/10).

Selain itu, lanjut Airlangga, dari tingkat kematian sudah mengalami penurunan dari bulan Mei.


Airlangga mengatakan, ada penurunan dan sudah berada di angka 3,55 persen dibandingkan global 2,88 persen.

“Kalau kita lihat dari 11 provinsi prioritas, maka kita lihat DKI tingkat kesembuhannya sudah tinggi 82,17 persen, kemudian tingkat kematian 2,2 persen, Jawa Barat 64,11 persen, tingkat kematiannya rendah 1,9 persen,” imbuhnya.

Selanjutnya, mengenai bed occupancy rate sudah turun di angka 48,68 persen dan isolasi mandiri 47,59 persen.

“Kemudian kalau kita perhatikan, bahwa dalam pengendalian vaksin ini, dalam penyakit ini, 8 prioritas dikontrol secara baik dan terkait tes, tracing, dan treatment juga sudah dikerjakan secara baik berbasis standar,” urainya.

Dalam rapat terbatas itu pula, Airlangga mengatakan, Presiden Jokowi meminta kepada pengawasan yang lebih detail, lebih mikro di kota-kota, yaitu 12 kabupaten/kota diperhatikan karena mempunyai kasus aktif lebih dari 1.000, yaitu Ambon, Jakarta Utara, Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Jayapura, Padang, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Pekanbaru, Jaksel, dan Jaktim.

Sementara itu, jika dilihat dari positivity rate Indonesia mengalami perbaikan di angka 19,97 persen. Beberapa waktu lalu 22,46 persen khusus Indonesia dibandingkan dunia 22,1 persen Indonesia masih lebih baik.

“Kalau kita lihat dari segi penanganan kesehatan dan kinerja ekonomi kita itu menjadi negara yang dibanding dengan negara lain kontraksi ekonominya rendah dan fatality rate-nya juga rendah. Kita hanya di bawah China, Taiwan, Lithuania, Korea SElatan, jadi kita negara ke 5 Indonesia,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya