Berita

Lee Meng-chu/Net

Dunia

Setahun Menghilang, Pria Taiwan Yang Merekam Video Latihan Militer Pasukan China Muncul Meminta Maaf

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 09:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang pria asal Taiwan yang menghilang di China dilaporkan muncul di televisi dan mengaku bersalah karena secara ilegal merekam latihan militer yang dilakukan oleh polisi militer China di Hong Kong ketika demonstrasi berlangsung pada tahun lalu.

Adalah Lee Meng-chu. Ia hilang setelah menyebrang dari Hong Kong ke Shenzhen pada 19 Agustus 2019.

Dimuat Reuters Lee ternyata ditahan dengan alasan membahayakan keamanan nasional. Pasalnya, ia dilaporkan membagikan video dan foto pasukan polisi militer China yang tengah melakukan latihan, memicu adanya spekulasi bahwa Beijing bersiap untuk menerjunkan pasukan besar ke Hong Kong di tengah aksi demonstrasi.


Namun pada Minggu malam (11/10), setahun lebih setelah menghilang, Lee muncul lagi. Kali ini ia muncul di stasiun televisi negara CCTV.

Di sana, ia mengaku bersalah karena merekam 16 video dan mengambil 48 foto di sekitar stadion yang menjadi tempat latihan polisi militer China.

"Saya mengambil ponsel saya untuk merekam beberapa video," kata Lee, diselingi dengan adegan dari tindakan yang dituduhkan.

"Saya minta maaf. Saya telah melakukan banyak hal buruk," sambungnya, rambutnya dipotong pendek, mengenakan kemeja biru dan rompi oranye dengan nomor tahanannya.

Organisasi hak asasi manusia menuduh China secara teratur memaksa tahanan untuk menyampaikan "pengakuan" publik yang disiarkan di televisi. Sedangkan pemerintah China menuduh pihak berwenang dan aktivis Taiwan dalam beberapa bulan terakhir mendukung pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya