Berita

Kepala IAEA, Rafael Grossi/Net

Dunia

Hanya Digunakan Untuk Program Energi, Jumlah Uranium Iran Tak Cukup Membuat Bom Nuklir

MINGGU, 11 OKTOBER 2020 | 13:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran tidak memiliki cukup uranium untuk membuat satu bom nuklir berdasarkan standarisasi dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Pernyataan Kepala IAEA, Rafael Grossi kepada surat kabar Australia, Die Presse yang dirilis pada Sabtu (10/10) memperkuat klaim Teheran bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan uranium untuk membangun senjata nuklir.

Meski begitu, Grossi menyebut, saat ini Iran terus memperkaya uraniumnya, bahkan jauh lebih tinggi dari yang mereka janjikan.


"Iran terus memperkaya uranium, dan ke tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang telah mereka janjikan. Jumlah ini terus bertambah setiap bulannya," kata Grossi yang dikutip dari Reuters.

Ditanya berapa lama waktu bagi Iran untuk membangun senjata nuklir, Grossi menjawab walaupun jumlah uranium atau plutonium Iran terseus diperkaya, namun jumlahnya tidak signifikan untuk membuat senjata tersebut.

"Kami melihat kuantitas yang signifikan, jumlah minimum uranium atau plutonium yang diperkaya yang diperlukan untuk membuat bom atom. Iran tidak memiliki jumlah signifikan ini saat ini," jelasnya.

Selama ini, Iran telah menyangkal memiliki program senjata nuklir. Teheran bersikeras menyatakan bahwa program uraniumnya untuk tujuan energi.

Laporan triwulanan IAEA terbaru menunjukkan, Iran memiliki 2.105,4 kg uranium yang diperkaya, jauh di atas batas 202,8 kg dalam kesepakatan 2015. Walau begitu, banyak dari uranium yang diperkayanya sudah dimiliki Iran sebelum kesepakatan.

Setelah Amerika Serikat (AS) keluar dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2015, Iran yang kecewa mulai berangsur memperkaya uraniumnya kembali.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya