Berita

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong/Net

Dunia

PM Singapura: Selain Covid-19, Penanganan Kesehatan Mental Harus Jadi Prioritas Utama

MINGGU, 11 OKTOBER 2020 | 09:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketika banyak pemimpin dunia hanya fokus pada penanganan pandemi Covid-19, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memiliki pandangan lain. '

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Dunia pada Sabtu (10/10), Lee mengatakan otoritas kesehatan bukan hanya harus memerangi virus corona tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan mental.

Melalui pesan video kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Lee mengatakan pandemi telah menciptakan banyak tekanan bagi semua orang.


"Kesehatan mental sangat penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan," kata Lee, seperti dikutip dari CNA.

Walau begitu, ia menyoroti kurangnya kesadaran dan pemahaman orang mengenai kondisi kesehatan mental, bahkan banyak di antaranya yang enggan menerima jika mengalami gangguan.

Dalam kasus Singapura, Lee telah mempersiapkan National Care Hotline untuk memberikan pertolongan pertama psikologis dan dukungan emosional kepada warga selama yang ia gambarkan sebagai "periode stres" ini.

Dia juga menunjuk sebuah satuan tugas khusus untuk mengatasi dampak pandemi pada kesehatan mental dengan nama Covid-19 Mental Wellness Taskforce.

Ia juga mendorong upaya untuk meningkatkan literasi kesehatan mental, mempromosikan intervensi dini, dan meningkatkan layanan kesehatan mental.

Menurutnya, hal tersebut sangat perlukan. Pasalnya ia mencatat, satu dari tujuh orang di Singapura akan menderita kondisi kesehatan mental dalam hidup mereka karena tekanan pandemi.

“Memastikan akses ke perawatan kesehatan mental yang berkualitas bagi setiap warga negara menjadi prioritas utama,” tekan Lee.

"Melindungi kesehatan mental membutuhkan upaya kolektif. Mari kita putuskan untuk bekerja sama untuk memahami kesehatan mental dengan lebih baik, dan untuk saling memperhatikan selama masa-masa sulit ini," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya