Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump saat tampil di depan para pendukungnya lewat balkon di Gedung Putih pada Sabtu, 10 Oktober 2020/Net

Dunia

Dokter Gedung Putih: Virus Corona Dalam Tubuh Donald Trump Tidak Lagi Menular

MINGGU, 11 OKTOBER 2020 | 09:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Virus corona yang berada dalam tubuh Presiden Amerika Serikat (AS) diklaim sudah tidak lagi dapat menular pada orang lain.

Begitu isi memo dari Dokter Gedung Putih, Dr. Sean Conley yang dirilis pada Sabtu malam (10/10) waktu setempat, ketika Trump tengah bersiap untuk melanjutkan kegiatan kampanyenya pada pekan ini.

"Malam ini saya dengan senang hati melaporkan bahwa selain Presiden memenuhi kriteria CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) untuk penghentian isolasi yang aman, sampel PCR Covid pagi ini menunjukkan, dengan standar yang diakui saat ini, ia tidak lagi dianggap sebagai risiko penularan kepada orang lain," kata Conley dalam memo yang dikutip AFP.


Conley mengatakan, Trump yang telah positif terinfeksi Covid-19 pada Jumat (2/10) telah bebas dari demam selama lebih dari 24 jam terakhir dengan semua gejala yang sempat dirasakannya membaik.

"Bermacam-macam tes diagnostik lanjutan yang diperoleh mengungkapkan tidak ada lagi bukti virus yang bereplikasi secara aktif," terang Conley.

"Selain itu, pengujian berurutan menunjukkan penurunan viral load yang berhubungan dengan peningkatan waktu ambang batas siklus, serta penurunan mRNA subgenomik yang sekarang tidak terdeteksi," sambung dia.

Meski begitu, beberapa ahli mengaku skeptis pada penggambaran tes diagnostik Trump, yang tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa sang presiden telah "Negatif" dari virus corona.

Ahli mikrobiologi klinis di University of Southern California, Susan Butler-Wu menyebut, mRNA subgenomik yang disebutkan Conley adalah bagian dari virus yang dapat dideteksi dengan teknik laboratorium dan menunjukkan adanya virus yang bereplikasi secara aktif.

Dokter penyakit menular di California, Dr. Krutika Kuppalli juga mengatakan, untuk usia dan berat badan Trump, kondisi Covid-19 akan sangat berisiko.

Walaupun neggunaan steroid dapat menekan sistem kekebalan, namun tubuh Trump akan lebih rentan terhadap infeksi lain.

"Saya kira dia tidak akan keluar dari 'hutan' secara pasti. Saya akan tetap berhati-hati dengan orang seperti dia," kata Kuppalli.

Trump dijadwalkan akan kembali melakukan kampanye pada Senin (12/10). Sebelumnya, Trump muncul di balkon Gedung Putih selama hampir 20 menit di depan kerumunan beberapa ratus orang.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya