Berita

Para pejabat Taliban saat melakukan dialog perdamaian di Doha, Qatar/Net

Dunia

Dukungan Dari Taliban Jadi Bumerang, Trump Diserang Berbagai Kritik Tajam

MINGGU, 11 OKTOBER 2020 | 08:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kelompok militan di Afganistan, Taliban secara terang-terangan memberikan dukungan untuk Donald Trump agar bisa melanggengkan kekuasaannya untuk periode kedua.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News yang dirilis pada Sabtu (10/10) jurubicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengaku pihaknya berharap agar Trump dapat memenangkan pemilihan pada 3 November dan menarik pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afganistan.

"Kami berharap dia akan memenangkan pemilihan dan mengakhiri kehadiran militer AS di Afganistan," kata Mujahid.


Selain menyatakan dukungannya, seorang pejabat senior mengatakan Taliban khawatir dengan kondisi Trump yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru pada Jumat (2/10).

"Ketika kami mendengar tentang Trump positif Covid-19, kami mengkhawatirkan kesehatannya, tetapi tampaknya dia semakin membaik," kata seorang pejabat senior Taliban yang tidak diketahui namanya itu.

"Trump mungkin konyol untuk seluruh dunia, tapi dia orang yang waras dan bijaksana untuk Taliban," kata anggota senior anonim lainnya.

Dukungan Taliban sendiri tampaknya menjadi bumerang bagi Trump. Para kritikus membanjiri media sosial dengan mengatakan Trump adalah sosok yang disukai oleh para ekstremis.

"Hari ini Greta Thunberg mendukung Joe Biden, sementara Donald Trump didukung oleh Taliban. (Saya) memberi tahu apa yang Anda harus tahu," ujar Kepala Dewan Pengacara Partai Demokrat, Andrew Weinstein dalam akun Twitter-nya, @Weinsteinlaw.

"Taliban secara resmi telah mendukung Trump. Berbagai macam ekstremis mendukungnya," kata kontributor New York Times, Wajahat Ali.

"Kampanye presiden AS tidak pernah bisa lebih bodoh dan buruk lagi. Bahkan tidak ada cara baru untuk membuatnya jauh lebih bodoh," kata jurnalis The Intercept sembari mengunggah tangkapan layar laporan New York Times pada 31 Oktober 2004 yang menyebutkan Osama bin Laden mendukung John Kerry dari Partai Demokrat.

Buruknya dukungan dari Taliban juga tampaknya disadari betul oleh tim kampanye Trump. Direktur Komunikasi tim kampanye Trump, Tim Murtaugh pun menolak dukungan Taliban dalam sebuah pernyataan.

Sekitar satu tahun menjelang masa jabatannya berakhir, Trump banyak mengambil langkah penting terkait dengan kebijakan luar negeri AS.

Pada Februari, pemerintahan Trump berhasil melakukan negosiasi dengan Taliban. Di mana AS akan menarik pasukannya dengan imbalan Taliban menghentikan aksi teror dan melakukan dialog perdamaian dengan pemerintah Afganistan.

Baru-baru ini, Trump menyebut ingin pasukan AS di Afganistan untuk pulang sebelum Natal, meski rencana tersebut belum jelas adanya.

Di sisi lain, lawan Trump, Joe Biden menanggap metode AS sebagai "polisi dunia" adalah penting. Walau Trump menyebut hal tersebut memakan banyak dana dan menciptakan banyak utang bagi AS.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya