Berita

Asap tampak mengepul dari pemukiman warga di Nagorno-Karabakh setelah serangan udara dari Azerbaijan/Net

Dunia

Tidak Pedulikan Gencatan Senjata, Azerbaijan Terus Bombardir Nagorno-Karabakh

MINGGU, 11 OKTOBER 2020 | 08:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pengumuman gencatan senjata yang telah dicapai oleh Armenia dan Azerbaijan dengan mediasi dari Rusia di Moskow tampaknya tidak memberikan pengaruh.

Dilaporkan Armen Press, pasukan Azerbaijan terus melancarkan serangan udara ke ibukota Artsakh atau Nagorno-Karabakh, Stepanakert pada Sabtu (10/10).

"Stepanakert kembali berada di bawah serangan dural," kata jurubicara Presiden Artsakh, Vahram Poghosyan, sembari mengatakan, sirene serangan udara telah dinyalakan.


Selain serangan udara, pada Minggu (11/10) sekitar pukul 3 dini hari, Stepanakert juga diserang dengan tembakan.

Selain Stepanakert, Poghosyan juga mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari penduduk Kota Martuna bawa kota mereka tengah diserang.

Koresponden Armen Press menyebut, sirene serangan udara di sana mati, sementara bom terus menghujani sebanyak sekitar 6 hingga 7 kali.

"Azerbaijan baru saja meluncurkan dua serangan rudal ke Stepanakert. Apakah ini ditujukan untuk menjaga gencatan senjata?" ujar kelompok Pembela Hak Asasi Manusia Artsakh.

Berdasarkan hasil perundingan menteri luar negeri Armenia, Azerbaijan, dan Rusia, gencatan senjata atas nama kemanusiaan seharusnya dimulai pada 10 Oktober pukul 12 siang.

Gencatan senjata ditujukan untuk pertukaran tawanan dan tubuh korban di bawah mediasi Palang Merah Internasional. Namun, pasukan Azerbaijan dikabarkan melakukan upaya infiltrasi ke arah Hadrut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya