Berita

Sekretaris Jenderal IUMS Ali Qaradaghi/Net

Dunia

Khawatir Muncul Intervensi Asing, Para Tokoh Muslim Desak Para Pihak Bertikai Di Kyrgyzstan Berunding

MINGGU, 11 OKTOBER 2020 | 07:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Krisis politik di Kyrgyzstan semakin membuat khawatir banyak pihak. Para tokoh muslim pun ikut bersuara dengan mendesak pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan dialog.

Persatuan Internasional untuk Cendikiawan Muslim (IUMS) menyerukan agar pemerintah, oposisi, dan perwakilan rakyat di Kyrgyzstan untuk duduk bersama dan membawa masalah ke atas meja, alih-alih saling menyerang secara fisik.

Dalam pernyataannya yang dimuat Anadolu Agency pada Sabtu (10/10), Sekretaris Jenderal IUMS Ali Qaradaghi mengaku prihatin dengan krisis yang terjadi saat ini.


Ia pun mendesak agar para demonstran tetap melakukan aksi damai yang tidak diwarnai vandalisme untuk menjaga kemerdekaan dan kedaylatan Kyrgyzstan. Pasalnya, ia khawatir jika kondisi semakin buruk, maka akan muncul intervensi asing.

Pernyataan Qaradaghi sendiri muncul beberapa hari setelah pengunduran diri Perdana Menteri Kubatbek Boronov dan Ketua Parlemen Dastan Jumabekov.

Keduanya mengundurkan diri pada Selasa (6/10) untuk menanggapi tuntutan dari para demonstran yang protes atas hasil pemilihan umum legislatif yang digelar pada Minggu (4/10).

Dalam pemilu akhir pekan, ada 16 partai yang memperebutkan 120 kursi di parlemen, namun empat di antaranya tidak berhasil melewati ambang batas.

Menolak hasil, ribuan orang turun ke jalan. Mereka dilaporkan merangsek masuk dan menyita Gedung Putih Bishkek, yang merupakan kantor parlemen dan kantor kepresidenan. Mereka bahkan membakar gedung tersebut sembari terus menyuarakan tuntutan.

Aksi protes juga diwarnai oleh bentrokan antara para demonstran dan aparat keamanan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 590 lainnya terluka.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya