Berita

Ketum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang/Net

Politik

Kadernya Luka Parah, PMII Tuntut Pertanggungjawaban Kepolisian

SABTU, 10 OKTOBER 2020 | 17:53 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Salah satu kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bekasi, Jawa Barat mengalami luka parah akibat kekerasan yang dialami saat aksi menolak Undang Undang Cipta Kerja.

Merespons kadernya yang luka parah, Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Agus Mulyono Herlambang menyayangkan tindakan represif aparat kepolisian terhadapa kadernya yang menyuarakan aspirasi menolak UU Cipta Kerja.

Dijelaskan Agus, sejak (6/10) pihaknya memang mengintruksikan kader PMII seluruh Indonesia untuk menyuarakan aspirasinya menolak UU Cipta Kerja di berbagai daerah.


Namun ia menyayangkan tindakan kekerasan aparat yang harusnya mengayomi masyarakat.

“Tetapi, tindakan yang dilakukan kader PMII yang tengah melakukan aksi menyuarakan aspirasinya di tanggapi dengan sikap represif oleh aparat kepolisian, sehingga terdapat beberapa kader PMII yang mengalami luka-luka cukup berat,” kata Agus, saat menjenguk Nasrul, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut Agus menjelaskan dari informasi yang dihimpun dari berbagai daerah banyak kader yang mengalami kekerasan seperti Nasrul. Ia mengecam tindakan represif yang tega menganiaya kader yang sedang menyampaikan kritik.

"Kami atas nama organisasi PMII mengecam aparat kepolisian yang menganiaya kader PMII saat menyuarakan aspirasinya. Terlebih saat ini, kader kami, sahabat Nasrul Firmansyah masih dirawat di rumah sakit," tegas Agus.

Agus meminta kepada pihak kepolisian bertanggung jawab atas perbuatannya yang mengakibatkan kader PMII menjadi korban kekerasan dan mendapatkan luka-luka yang cukup serius.

“Seharusnya pihak kepolisian tidak perlu melakukan hal ini kepada kader kami. Kami sangat menyayangkan sikap yang dilakukan aparat kepolisian,” ujarnya.

Saat ini PB PMII telah membentuk posko pengaduan untuk menjaring dan menginventarisir seluruh kader yang mengalami tindakan represif aparat kepolisian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya