Berita

Kader PDI Perjuangan Rahmad Handoyo/Net

Politik

Enam Gubernur Menolak UU Ciptaker, Kader PDIP: Kok Lucu?

JUMAT, 09 OKTOBER 2020 | 15:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sikap enam gubernur yang menolak RUU Cipta Kerja dipertanyakan. Kader PDI Perjuangan Rahmad Handoyo bahkan menilai sikap itu sebagai sesuatu yang lucu.

Anggota Komisi IX DPR RI ini mengurai bahwa pada dasarnya kepala daerah merupakan bagian dari pemerintah pusat yang harus tunduk terhadap kebijakan pusat.

Sehingga menjadi aneh jika kemudian pemerintah daerah berseberangan dengan kebijakan pusat.


“Posisi hukumnya di mana itu? Dia sebagai negara kan, pemerintahan itu kan ada di pusat dan daerah jadi satu kesatuan. Saya enggak tahu, saya bukan ahli hukum ya. Apakah itu diwenangkan untuk membuat (penolakan)?” ujar Rahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/10).

Politisi asal Jawa Tengah ini justru merasa lucu jika kemudian ada gubernur yang menolak melaksanakan UU.

“Saya jadi lucu ni, apakah gubernur itu menolak uu. Kan satu kesatuan antara pusat dan daerah,” sambungnya.

Namun demikian, jika yang dilakukan gubernur sebatas meneruskan aspirasi rakyat ke presiden, maka itu bisa dipahami.

“Tapi kalau mewakili pemerintah untuk menolak saya jadi lucu juga,” demikian Rahmad.

Tercatat sebanyak 6 gubernur melakukan penolakan atas UU Cipta Kerja. Penolakan dilakukan untuk melanjutkan aspirasi dari para demonstran yang kemarin, Kamis (8/10) berunjuk rasa.

Mereka adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Gubenur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur DKI Anies Baswedan 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya