Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo dianggap terlalu dominan di dalam organisasi yang digagas oleh Din Syamsuddin Cs tersebut.
Salah satu Presidium KAMI Din Syamsuddin membantah asumsi politik tersebut.
Dijelaskan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, selama ini, KAMI mengembangkan konsep kearifan dan kebijaksana dalam berorganisasi.
Kata Prof Din, seluruh deklarator KAMI yang berjumlah ratusan orang itu dalam keadaan baik-baik saja.
“Semua sepakat lah ya walaupun berbeda latar belakang, mungkin juga berbagai kepentingan, mungkin juga berbagai gaya. Kalau saya yang berasal dari pergerakan Islam khususnya Muhammadiyah, yang selama ini sejak 2010 kita lancarkan gerakan amar maruf nahi mungkar, khususnya 2010 jihad konstitusi itu,†ujar Din dalam acara diskusi virtual yang digagas
Kantor Berita Politik RMOL, Tanya Jawab Cak Ulung, Kamis (8/10).
Atas dasar tersebut, kemudian para petinggi KAMI ini bertemu dan akhirnya menyepakati adanya presidium sebanyak tiga orang yakni Gatot Nurmantyo, Prof Rahmat Wahab, dan Din Syamsuddin.
“Janganlah saya di depan atau pak Rohmat, biar saja Pak Gatot. Kalau urutan presidium bertiga itu saya sebut Pak Gatot, Prof Rohmat Wahab nomor dua saya nomor tiga,†katanya.
Dia tidak masalah dengan posisi Gatot berada di urutan pertama yang mengindikasikan mantan Panglima TNI itu terlalu dominan dalam organisasi.
“Kami tidak ada masalah itu lah kami bertenggangrasa karena kebetulan ya ini adalah gerakan moral gerakan idealisme Jadi tidak ada yang dominan, Pak Gatot sering tampil ke daerah-daerah ya boleh saja lah mana yang bisa kan,†katanya.
Menurutnya, orang yang menganggap Gatot terlalu dominan dalam KAMI, hanyalah pekerjaan orang-orang yang tidak suka dengan organisasi massa tersebut.
Bahkan Prof Din suara sumbang itu merupakan upaya adu doma untuk memecah kesolidan gerakan politik moral yang diperjuangkan oeleh elemen KAMI.
“Pak Gatot ke saya ke Prof Rahmat Wahab enggak ada masalah itu. Jadi biasa saja itu. Tidak benar itu ada dominan. Kalau ada kesan dominan ya baik-baik saja. Lebih banyak yang punya waktu,†tandasnya.