Berita

Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia, Anwar Ibrahim/Net

Dunia

Nyalakan Klaim Punya Dukungan Mayoritas Parlemen, Anwar Ibrahim Akan Bertemu Yang Dipertuan Agong

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 16:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim kembali menyuarakan rencananya untuk menjatuhkan pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Melalui sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (8/10), Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu mengatakan akan bertemu dengan Yang Dipetuan Agong Sultan Abdullah pada pekan depan.

Pertemuan itu dikatakan akan membahas klaim Anwar yang pada bulan lalu menyatakan telah memiliki suara mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru.


"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulai karena telah mengizinkan saya bertemu pada Selasa, 13 Oktober 2020. Insya Allah," kata Anwar, seperti dikutip CNA.

Bulan lalu, tepatnya 23 September, Anwar mengatakan telah memiliki suara mayoritas di parlemen dan pemerintahan Muhyiddin telah jatuh. Klaim Anwar tersebut memicu drama politik baru di Negeri Jiran yang sebelumnya telah diwarnai dengan mundurnya Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri yang digantikan oleh Muhyiddin.

Ketika itu, Anwar enggan membeberkan daftar pendukungnya. Alih-alih, ia mengatakan akan menyebutkan pihak-pihak yang mendukungnya jika telah bertemu dengan sang raja.

Namun ketika itu, Yang Dipetuang Agong tengah dirawat di National Health Institute, sehingga rencana tidak terselenggara.

"Kita membutuhkan pemerintahan yang kuat dan stabil untuk menjalankan negara ini dan menyelamatkan negara," tekan Anwar ketika otu.

Untuk membentuk pemerintahan baru, Anwar harus mendapatkan hampir dua pertiga dukungan dari 222 anggota parlemen.

Sejauh ini, baik pihak istana maupun kantor perdana menteri belum memberikan tanggapan.

Seorang Yang Dipertuang Agong di Malaysia merupakan peran seremonial. Namun ia dapat menunjuk perdana menteri yang menurutnya kemungkinan memiliki mayoritas di parlemen. Ia juga dapat membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan atas saran perdana menteri.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya