Berita

Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yoo Myung-hee/Net

Dunia

Pengamat: Indonesia Layak Dukung Yoo Myung-hee Jadi Dirjen WTO

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 14:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Indonesia harus memberikan dukungan untuk pencalonan Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yoo Myung-hee sebagai Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Yoo adalah sosok layak didorong untuk memimpin badan pedagangan PBB tersebut. Selain karena seorang calon Dirjen wanita pertama, ia juga adalah perwakilan Asia yang sangat profesional.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah menyebut, profesionalisme Yoo dapat dibuktikan dari keberhasilan perannya menyelesaikan RI-Korsel CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement).


"Dukungan RI atas Myung-hee sangat layak diberikan. Dia mewakili kaum wanita dan juga Asia-Afrika. Profesionalisme dia juga tak diragukan," kata Teuku kepada Kantor Berita Politik RMOL pada Kamis (8/10).

Teuku memperhatikan, gagasan-gagasan Yoo dalam kampanyenya sangatlah membumi dan dibutuhkan oleh negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

"Dia banyak mengagendakan program yang langsung menyangkut hajat hidup negara-negara sedang berkembang. Seperti pelatihan perdagangan elektronik, dan dukungan dalam negosiasi perdagangan," jelasnya.

Memiliki 25 tahun di dunia perdagangan global, Yoo  saat ini sudah berhasil melenggang masuk ke babak final. Ia masuk dalam tahap terakhir pencalonan dan harus bersaing dengan seorang ekonom dari Nigeria, Ngozi Okonjo-Iweala.

Pemilihan Dirjen WTO sendiri akan dilakukan dalam pertemuan dewan. Nantinya, negara-negara anggota WTO akan memilih pemimpinnya secara konsensus. Proses tersebut diharapkan akan rampung pada bulan depan.

Pada 25 November 2019, Yoo bersama dengan Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmando menandatangani Deklarasi Bersama Indonesia-Korea (IK) CEPA di Busan, Korea Selatan.

IK CEPA sendiri merupakan kesepakatan yang memberikan akses pasar yang lebih luas bagi Indonesia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya