Berita

Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yoo Myung-hee/Net

Bisnis

Selangkah Menuju Dirjen WTO, Yoo Myung-hee Sudah Punya Strategi Bereskan Setumpuk Masalah Perdagangan Global

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 12:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yoo Myung-hee telah berhasil masuk babak final pencalonan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Keberhasilan Yoo itu membuktikan jika wakil Asia mampu menduduki posisi terpenting di badan perdagangan global itu.

Yoo dinyatakan masuk dalam babak final pada Kamis pagi (8/10). Pada tahap terakhir ini, ia akan bersaing dengan seorang ekonom dari Nigeria, Ngozi Okonjo-Iweala.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg beberapa waktu lalu, Yoo ternyata sudah memiliki strategi untuk mengatasi berbagai persoalan perdagangan global saat ini.


Terlebih, isu proteksionisme perdagangan di seluruh dunia yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena dipicu perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, yang diperparah oleh pandemi Covid-19.

Menurut Yoo, WTO harus direvitalisasi untuk lebih "fleksibel" dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Sehingga AS dan China dapat mengandalkan WTO untuk menyelesaikan sengketa perdagangan yang sudah menjalar ke berbagai bidang tersebut.

Ia berjanji, jika diangkat menjadi Dirjen WTO akan berperan sebagai mediator yang dapat menyediakan platform bagi kedua belah pihak. Walaupun memang penyelesaiannya tentu tidak akan muncul dalam waktu dekat.

"WTO tidak dapat menyelesaikan semuanya. Naif jika mengharapkan WTO dapat menyelesaikan semuanya dalam semalam," kata Yoo.

"Tapi tetap saja, WTO yang berfungsi dengan baik dan direvitalisasi dapat dijadikan forum negosiasi dan forum penyelesaian sengketa, bisa menjadi bagian dari solusi," tambah dia.

Sebagai seseorang yang sudah 25 tahun berkarir di dunia perdagangan dan sektor terkait, Yoo mengaku, tujuannya adalah mengaktifkan kembali kekuatan multilateralisme di tengah gelombang proteksionisme.

Dalam pernyataannya, ia juga berharap sebagai calon Dirjen perempuan pertama, WTO dapat menumbuhkan budaya tempat kerja yang inklusif, beragam, dan tangguh.

"Ini adalah waktu yang tepat bagi WTO untuk dipimpun oleh wanita yang cakap," kata Yoo yang juga seorang Menteri Perdagangan perempuan pertama di Korea Selatan.

Di tengah pencalonan Yoo, muncul kekhawatiran Jepang yang kerap berselisih dengan Korea Selatan. Keduanya bahkan sempat terlibat dalam perang dagang terkait industri elektronik.

Namun Yoo menuturkan, ia pun memberikan perhatian pada Jepang. Ia mengatakan, ada agenda besar reformasi yang harus dilakukan WTO, alih-alih kekhawatiran Jepang.

"Saya telah menjangkau Jepang. Saya akan meyakinkan Jepang bahwa saya paling cocok untuk melakukan pekerjaan itu," tekan Yoo.

Yoo adalah orang Korea Selatan ketiga yang mencalonkan diri untuk kursi Direktur Jenderal WTO. Dua kandidat lainnya gagal mencapai posisi teratas itu pada 1994 dan 2012.

Sejak Juli, Yoo telah mengunjungi berbagai negara, termasuk Swiss, Amerika Serikat, Prancis, dan Swedia, untuk menggalang dukungan mereka.

Yoo ditunjuk sebagai menteri perdagangan perempuan pertama dalam 70 tahun sejarah Korea Selatan pada Februari tahun lalu.

Dengan 25 tahun pengalaman di dunia perdagangan dan sektor terkait, Yoo adalah salah satu kandidat yang paling mumpuni. Ia berhasil melakukan negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Korea-China FTA, hingga Korea-US FTA.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya