Berita

Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yoo Myung-hee masuk putaran final pencalonan Direktur Jenderal WTO/Net

Dunia

Masuk Putaran Final Pencalonan Dirjen WTO, Mendag Korsel Bersaing Dengan Ekonom Nigeria

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 10:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yoo Myung-hee berhasil melenggang masuk ke daftar final pencalonan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Setelah mengalahkan enam kandidat lainnya, Yoo akan bersaing dengan seorang ekonom dari Nigeria, Ngozi Okonjo-Iweala pada putaran ketiga atau terakhir.

Yonhap melaporkan, WTO sebelumnya menjadwalkan pengumuman kandidat putaran final dilakukan pada Kamis malam (8/10) waktu Jenewa. Dalam putaran tersebut, negara-negara anggota akan mencapai konsensus dalam pertemuan dewan untuk mendapatkan pemenang di antara kedua kandidat.


Proses tersebut diharapkan akan selesai pada awal November.

Mengingat Yoo dan Okonjo-Iweala adalah perempuan, maka untuk pertama kalinya dalam 25 tahun sejarah WTO akan memiliki Direktur Jenderal seorang perempuan.

Sebelum mencapai posisi final, Yoo telah mengikuti dua putaran seleksi. Putaran pertama dilakukan untuk memilih lima dan delapan kandidat.

Dalam putaran kedua, Yoo dan Okonjo-Iweala berhasil masuk bersama dengan tiga kandidat lainnya dari Mesksiko, Mesir dan Moldova.

Yoo adalah orang Korea Selatan ketiga yang mencalonkan diri untuk kursi Direktur Jenderal WTO. Dua kandidat lainnya gagal mencapai posisi teratas itu pada 1994 dan 2012.

Selama kampanyenya, Yoo berjanji untuk fokus pada pembangunan kembali kepercayaan pada sistem perdagangan multilateral dengan membuatnya lebih relevan, tangguh dan responsif jika dia terpilih sebagai pemimpin WTO yang baru.

Sejak Juli, Yoo telah mengunjungi berbagai negara, termasuk Swiss, Amerika Serikat, Prancis, dan Swedia, untuk menggalang dukungan mereka.

Yoo ditunjuk sebagai menteri perdagangan perempuan pertama dalam 70 tahun sejarah Korea Selatan pada Februari tahun lalu.

Dengan 25 tahun pengalaman di dunia perdagangan dan sektor terkait, Yoo adalah salah satu kandidat yang paling mumpuni. Ia berhasil melakukan negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Korea-China FTA, hingga Korea-US FTA.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya