Berita

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily/Net

Politik

Ace Hasan: Kita Kehilangan Waktu Kalau Bahas UU Ciptaker Setelah Situasi Normal

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 10:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pengesahan UU Cipta Kerja memang dipercepat oleh DPR. Ada alasan khusus yang melatari mengapa UU itu harus dikebut.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily mengurai bahwa pembahasan dan pengesahan UU Ciptaker memang tidak menunggu pandemi berakhir. Sebab belum ada kepastian kapan wabah akan berakhir. 

Jika pembahasan UU Ciptaker dilakukan menunggu keadaan normal, maka Indonesia akan kehilangan waktu.


“Kalau misalnya kita bahas setelah situasinya normal, kita akan kehilangan waktu. Seharusnya kita sudah melakukan sesuatu gitu lho. Sudah menghasilkan sesuatu untuk kepentingan bangsa ini,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/10).

Ketua DPP Partai Golkar ini menerangkan, disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja di saat pandemi merupakan momentum baik.

Dengan berbekal regulasi yang tertata dengan rapi tidak tumpang tindih dengan aturan lain, Indonesia bisa langsung melakukan loncatan saat pandemi berakhir.

“Justru ini momentumnya kita selesaikan dulu softwarenya, kita selesaikan dulu berbagai persoalan yang menyangkut dengan hal-hal yang sifatnya regulasi ini,” katanya.

“Nah, nanti pada saat kita sudah konfisinya normal, insya Allah, maka kita tinggal jalan,” demikian Ace.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya