Berita

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan/Net

Dunia

PM Armenia: Turki Jadi Dalang Meletusnya Konflik Nagorno-Karabakh

RABU, 07 OKTOBER 2020 | 11:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dukungan penuh yang Turki berikan kepada Azerbaijan menjadi alasan di balik meletusnya pertempuran sengit di Nagorno-Karabakh beberapa waktu terakhir.

Sejak sengketa Nagorno-Karabkh terjadi, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan, kedua negara jarang melakukan konflik terbuka, alih-alih perang retorika semata.

Namun saat ini, konflik bersenjata yang memakan banyak korban dan memicu terjadinya perang terjadi ketika Turki menyatakan dukungannya yang disertai dengan pengiriman senjata dan pasukan.


"Meskipun benar bahwa kepemimpinan Azerbaijan telah secara aktif mempromosikan retorika permusuhan selama 15 tahun terakhir, sekarang keputusan untuk melancarkan perang dimotivasi oleh dukungan penuh Turki," kata Pashinyan dalam wawancara dengan AFP, Selasa (6/10).

Ia mengatakan, tanpa adanya keterlibatan Turki, maka perang tidak akan terjadi.

Lebih lanjut, Pashinyan juga menyoroti keterlibatan pasukan asing, khususnya para pejuang dari kelompok teroris Timur Tengah di zona konflik. Dengan begitu, ia mengatakan, Armenia berusaha untuk melancarkan operasi kontra terorisme.

Pekan lalu Presiden Prancis Emanuel Macron mengatakan Turki telah mengirim para pejuang dari Suriah untuk bertempur bersama dengan Azerbaijan.

Tudingan yang serupa juga disampaikan oleh kepala intelijen nasional Rusia dan seorang pejabat Pentagon.

Konflik Nagorno-Karabakh kembali meletus dan menciptakan pertempuran sengit antara Armenia dan Azerbaijan pada Minggu (27/9). Hingga saat ini, keduanya terus melakukan aksi bentrokan bersenjata hingga memakan banyak korban jiwa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya