Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, meminta masyarakat membaca secara utuh isi UU Ciptaker/Net

Politik

UU Ciptaker Banyak Dikecam, Politikus PDIP: Silakan Baca Isinya Secara Utuh

RABU, 07 OKTOBER 2020 | 11:37 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang disahkan beberapa hari lalu menuai kecaman dari banyak kalangan. Terutama dari para buruh, mahasiswa, hingga akademisi. Pasalnya, isi undang-undang tersebut dianggap banyak mencederai hak para pekerja.

Namun, menurut anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, ada banyak hal yang perlu diluruskan dari persepsi masyarakat terhadap UU Ciptaker. Dia menilai, ada beberapa isu yang diangkat tidak sesuai dengan apa yang tercantum dalam UU.

“Saya mengajak kepada semua pihak dan semua rakyat, untuk membaca secara utuh pasal-pasal yang dipersoalkan. Karena, sekarang yang beredar dan sengaja diedarkan adalah hoaks yang tidak bertanggungjawab,” ujar Rahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (7/10).


Ditambahkan Rahmad, salinan UU Ciptaker yang beredar di luaran tersebut tidak sesuai dan berbahaya bagi kehidupan berbangsa lantaran bisa memicu perpecahan.

“Ini justru yang membuat berbahaya bagi kehidupan berbangsa, ingat hoaks yang tidak bertanggung jawab bisa membuat rakyat marah dan mengancam kebangsaan kita,” katanya.

Karena itu, agar masyarakat lebih memahami isi yang terkandung dalam UU Ciptaker, politikus PDI Perjuangan ini pun meminta seluruh elemen masyarakat membaca utuh isinya.

“Untuk menghindarkan hoaks silakan membaca secara utuh agar bisa lebih jernih melihat masalah ini,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya