Berita

Argentina memiliki tingkat positif Covid-19 tertinggi di dunia, yaitu hampir 60 persen/Net

Dunia

Pernah Dipuji, Saat Ini Argentina Punya Tingkat Positif Covid-19 Tertinggi Di Dunia

SELASA, 06 OKTOBER 2020 | 10:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rendahnya tingkat pengujian Covid-19 dan longgarnya penegakkan aturan kuncian membuat Argentina memiliki tingkat tes Covid-19 positif tertinggi dunia.

Data dari Our World In Data yang terkait dengan Oxford menunjukkan sebanyak hampir enam dari 10 penduduk Argentina telah terinfeksi Covid-19.

Para profesional medis mengatakan, tingkat pengujian yang rendah disertai dengan pembatasan yang longgar telah mendorong tingkat positif yang tinggi. Pada Agustus, tingkat positif Covid-19 di Argentina sudah mencapai sekitar 40 persen dan naik menjadi hampir 60 persen pada pekan lalu.


Perhitungan tersebut dilakukan oleh Reuters, merujuk pada data dari Kementerian Kesehatan.

Sumber dari kementerian kesehatan Argentina mengatakan, sejumlah besar tes positif adalah hasil dari program "DetectAr", di mana pengujian berfokus pada kontak dari mereka yang diketahui terinfeksi. Saat ini, pemerintah telah berjanji untuk menaikkan level pengujian.

“Apakah ada isolasi? Tidak ada. Apakah ada (cukup) tes? Tidak ada," ujar seorang dokter anak di Buenos Aires, Carlos Kambourian, seperti dikutip Reuters, Selasa (6/10).

Kambourian mengatakan, hanya ada sedikit cara untuk memperkuat layanan kesehatan di Argentina. Namun hal yang paling penting adalah dengan memperketat aturan pencegahan penyebaran virus.

“Tentu saja strategi untuk menghentikan pandemi jenis ini tidak diterapkan,” tambahnya.

Sejauh ini, Argentina menjadi negara kedelapan dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia, dan saat ini berada di lima besar untuk kasus baru dan kematian rata-rata 7 hari.

Argentina sudah memiliki 809.728 kasus Covid-19 dengan lebih dari 20 ribu kematian. Dalam sepekan terakhir, Argentina melaporkan rata-rata sekitar 12.500 infeksi baru setiap harinya.

Sebagai perbandingan, negara bagian New York memiliki populasi 20 juta, kurang dari separuh Argentina yang berjumlah 45 juta, namun melakukan 100 ribu tes sehari, empat kali lipat jumlah di Argentina. Di negara bagian New York, tingkat positifnya sedikit di atas 1 persen.

Pada awalnya, pemerintah Argentina mendapat pujian atas penguncian awal yang ketat dimulai pada 20 Maret. Tetapi sejak itu terpaksa melonggarkan pembatasan untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi yang sudah dalam resesi selama dua tahun dan karena tingkat kemiskinan dan pengangguran meningkat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya