Berita

Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden/Net

Dunia

Biden: Trump Harus Menuruti Para Ilmuwan, Wajibkan Penggunaan Masker

SELASA, 06 OKTOBER 2020 | 08:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden mendesak petahana, Donald Trump, untuk mendengarkan para ilmuwan dengan mewajibkan penggunaan masker ke seluruh negeri.

Berbicara di Little Havana Miami pada Senin (5/10), Biden mengatakan, mandat penggunaan masker dapat membantu membendung gelombang virus corona di AS.

Sejalan dengan seruannya, mantan Wakil Presiden AS itu tampak mengenakan masker saat berbicara. Itu berbeda dari protokol sebelumnya di mana ia hanya akan membuka maskernya ketika bicara menggunakan mikrofon.


"Sekarang dia sibuk men-tweet pesan kampanye, saya akan memintanya melakukan ini: dengarkan para ilmuan. Dukung (penggunaan) masker. Dukung mandat secara nasional. Perlu masker di setiap fasilitas gedung federal dan perjalanan antarnegara bagian. Desak setiap gubernur untuk melakukan hal yang sama. Kita tahu itu menyelamatkan nyawa," terang Biden, seperti dikutip The Independent.

Dalam pidatonya, ia juga menyoroti bagaimana Covid-19 telah sangat mempengaruhi orang latin AS. Sebanyak 37 persen orang Amerika yang meninggal karena Covid-19 adalah Hispanik, jauh melebihi proporsi mereka dari populasi AS.

"Pandemi ini baru saja membantu kita membuka penutup mata di negara ini, dan betapa tidak adilnya banyak hal. Orang-orang bahkan tidak menyadari sampai sekarang bahwa mereka telah melihat," ujar Biden.

Lebih lanjut, Biden juga mengungkapkan rasa bersyukurnya karena Trump dapat menyampaikan video pernyataan mengenai kondisinya pada akhir pekan.

“Izinkan saya juga mengucapkan doa saya terus bersama Presiden dan Ibu Negara demi kesehatan dan keselamatan mereka. Saya, seperti banyak keluarga Amerika yang berurusan dengan Covid-19, senang melihat presiden berbicara dan merekam video selama akhir pekan,” kata Biden.

Trump yang mengumumkan telah terinfeksi Covid-19 pada Jumat (2/10) telah meninggalkan Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed pada Senin petang.

Keluarnya Trump dari rumah sakit dan kembali ke Gedung Putih telah memicu kekhawatiran publik. Dokter Trump pun mengaku kondisi sang presiden belum keluar dari kemungkinan situasi berbahaya.

Alih-alih mendesak orang Amerika untuk mengambil lebih banyak tindakan pencegahan seperti memakai masker, Trump mengatakan dia merasa "sangat baik" dan sekali lagi mengecilkan ancaman penyakit yang telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang Amerika selama delapan bulan terakhir.

“Jangan takut dengan Covid. Jangan biarkan hal itu mendominasi hidup Anda. Kami telah mengembangkan, di bawah Pemerintahan Trump, beberapa obat dan pengetahuan yang sangat hebat. Saya merasa lebih baik daripada 20 tahun lalu!" tulis sang presiden dalam akun Twitter-nya pada Senin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya