Berita

Teknologi militer Wecam Kanada dilaporkan digunakan drone Turki untuk menyerang Armenia dalam konflik Nagorno-Karabakh/Net

Dunia

Teknologi Militernya Digunakan Dalam Konflik Nagorno-Karabakh, Kanada Bekukan Ekspor Senjata Ke Turki

SELASA, 06 OKTOBER 2020 | 08:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kanada menangguhkan ekspor senjatanya ke Turki setelah adanya laporan penggunaan teknologi militer Ankara dalam konflik Nagorno-Karabakh.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (5/10), Menteri Luar Negeri Francois-Philippe Champagne mengatakan, pihaknya telah menyerukan dilakukannya penyelidikan terkait laporan penggunaan teknologi militer Kanada dalam konflik Nagorno-Karabakh.

"Sejalan dengan memperkuat rezim kontrol ekspor Kanada dan adanya situasi permusuhan yang sedang berlangsung, saya harus menangguhkan izin ekspor yang relevan ke Turki," ujarnya, seperti dimuat The National.


Lebih lanjut, Champagne juga mengatakan Kanada akan terus memberikan perhatian terhadap konflik di Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan, sembari mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil.

"Kami menyerukan diambilnya tidakan secepat mungkin untuk menciptakan situasi stabil," tekannya.

Sebelumnya, sebuah kelompok pengawas senjata Kanada, Project Ploughhares memberikan laporan terkait adanya beberapa senjata, termasuk teknologi drone, yang dibeli Turki digunakan oleh pasukan Azerbaijan di Nagorno Karabakh

"Hari ini kami merilis KILLER OPTICS, pandangan komprehensif tentang bagaimana sensor WESCAM buatan Kanada telah menjadi bagian integral dari operasi drone Turki. Temuan kami jelas: Ekspor sensor ini ke Turki oleh Kanada merupakan pelanggaran hukum internasional," cuit Project Ploughhares pada 22 September.

Data dari Globe and Mail menunjukkan, Wescam diberi izin untuk mengirimkan tujuh sistem ke pembuat drone Turki Baykar pada 2020.

Dalam konflik di Nagorno-Karabakh, Turki telah menyatakan dukungannya kepada Azerbaijan.

Sementara Armenia melaporkan bahwa Turki telah memberikan senjata dan tentara bayaran Suriah ke Azerbaijan, seperti yang dilakukannya untuk Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di Libya yang mendapat kecaman dari banyak komunitas internasional.

Kanada sendiri bukan pertama kali menangguhkan penjualan senjata ke Turki. Antara Oktober 2019 hingga Mei 2020, Ottawa membekukan izin ekspor militer ke Ankara setelah serangannya ke daerah Kurdi di Suriah utara.

Nagorno-Karabakh adalah provinsi etnis Armenia yang memisahkan diri dari Azerbaijan dalam perang 1990-an setelah pecahnya Uni Soviet. Wilayah tersebut kemudian menjadi sengketa antara Armenia dan Azerbaijan.

Bulan lalu, bentrokan antara dua pasukan di Nagorno-Karabakh meletus dan berkepanjangan hingga hari ini.

Pada Senin, AS, Prancis, dan Rusia mengutuk peningkatan kekerasan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya