Teknologi militer Wecam Kanada dilaporkan digunakan drone Turki untuk menyerang Armenia dalam konflik Nagorno-Karabakh/Net
Kanada menangguhkan ekspor senjatanya ke Turki setelah adanya laporan penggunaan teknologi militer Ankara dalam konflik Nagorno-Karabakh.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (5/10), Menteri Luar Negeri Francois-Philippe Champagne mengatakan, pihaknya telah menyerukan dilakukannya penyelidikan terkait laporan penggunaan teknologi militer Kanada dalam konflik Nagorno-Karabakh.
"Sejalan dengan memperkuat rezim kontrol ekspor Kanada dan adanya situasi permusuhan yang sedang berlangsung, saya harus menangguhkan izin ekspor yang relevan ke Turki," ujarnya, seperti dimuat The National.
Lebih lanjut, Champagne juga mengatakan Kanada akan terus memberikan perhatian terhadap konflik di Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan, sembari mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil.
"Kami menyerukan diambilnya tidakan secepat mungkin untuk menciptakan situasi stabil," tekannya.
Sebelumnya, sebuah kelompok pengawas senjata Kanada, Project Ploughhares memberikan laporan terkait adanya beberapa senjata, termasuk teknologi drone, yang dibeli Turki digunakan oleh pasukan Azerbaijan di Nagorno Karabakh
"Hari ini kami merilis KILLER OPTICS, pandangan komprehensif tentang bagaimana sensor WESCAM buatan Kanada telah menjadi bagian integral dari operasi drone Turki. Temuan kami jelas: Ekspor sensor ini ke Turki oleh Kanada merupakan pelanggaran hukum internasional," cuit Project Ploughhares pada 22 September.
Data dari Globe and Mail menunjukkan, Wescam diberi izin untuk mengirimkan tujuh sistem ke pembuat drone Turki Baykar pada 2020.
Dalam konflik di Nagorno-Karabakh, Turki telah menyatakan dukungannya kepada Azerbaijan.
Sementara Armenia melaporkan bahwa Turki telah memberikan senjata dan tentara bayaran Suriah ke Azerbaijan, seperti yang dilakukannya untuk Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di Libya yang mendapat kecaman dari banyak komunitas internasional.
Kanada sendiri bukan pertama kali menangguhkan penjualan senjata ke Turki. Antara Oktober 2019 hingga Mei 2020, Ottawa membekukan izin ekspor militer ke Ankara setelah serangannya ke daerah Kurdi di Suriah utara.
Nagorno-Karabakh adalah provinsi etnis Armenia yang memisahkan diri dari Azerbaijan dalam perang 1990-an setelah pecahnya Uni Soviet. Wilayah tersebut kemudian menjadi sengketa antara Armenia dan Azerbaijan.
Bulan lalu, bentrokan antara dua pasukan di Nagorno-Karabakh meletus dan berkepanjangan hingga hari ini.
Pada Senin, AS, Prancis, dan Rusia mengutuk peningkatan kekerasan.