Berita

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga/Net

Dunia

Baru Sebulan Menjabat, PM Yoshihide Suga Sudah Dapat Kecaman Publik

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 19:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Baru menjabat selama kurang lebih satu bulan, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga sudah mendapatkan kecaman publik.

Kecaman tersebut muncul ketika Suga menolak enam sarjana untuk menjadi anggota dalam Dewan Sains Jepang (SCJ) yang dibentuk setelah Perang Dunia II.

SCJ yang berisi 210 anggota dibentuk untuk memberikan masukan kebijakan ilmiah independen. Setiap tiga tahun, setengah anggota dewan baru pilih. Di antara 105 cendikiawan, enam di antaranya telah ditolak untuk keanggotaan.


Dimuat Reuters pada Senin (5/10), enam orang tersebut dikenal sebagai pengkritik kebijakan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe. Di antara kebijakan yang dikritik oleh para cendikiawan yang ditolak adalah penafsiran ulang Abe tentang konstitusi pasifis untuk memungkinkan pasukan berperang di luar negeri, perubahan bersejarah untuk kebijakan pertahanan Jepang, dan tindakan rahasia negara pada 2013 yang memicu kekhawatiran tentang kebebasan media.

Penolakan Suga sendiri langsung memicu kehebohan. Para kritikus menganggap Suga telah melanggar prinsip konstitusi tentang kebebasan akademik.

Para analis politik sendiri mengatakan, sejak 1983, perdana menteri telah menunjuk anggota berdasarkan rekomendasi SCJ, dan tidak ada preseden untuk menolak rekomendasi tersebut.

"Konstitusi Jepang memiliki pasal khusus hanya untuk kebebasan akademis, akibat langsung dari kontrol masa perang akademisi dan sains oleh militer," ujar seorang profesor dari Universitas Sophia, Koichi Nakano.

SCJ telah menuntut Suga untuk menjelaskan keputusannya yang menolak menerima enam cendikiawan tersebut. Suga berdalih keputusan tersebut adalah hasil dari tanggapan yang sesuai berdasarkan hukum.

"Saya tidak tahu sama sekali mengapa saya tidak diangkat," ujar salah seorang cendikiawan yang merupakan profesor Sekolah Hukum Waseda, Masanori Okada.

Beberapa konservatif mengecam SCJ karena mereka dianggap ramah China. Namun Okada membantah kelompok itu memiliki hubungan khusus dengan Beijing.

Selain para akademisi, partai-partai oposisi juga ikut mengkritik keputusan tersebut dan menuntut penjelasan publik dari Suga.

Suga dilantik menjadi perdana menteri Jepang pada 16 September, setalah Abe mengundurkan diri karena sakit yang dideritanya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya