Berita

Pakar Hubungan Internasional, Dinna Prapto Raharja, Ph.D dalam RMOL World View bertajuk "Setelah Trump Disengat Corona" pada Senin, 5 Oktober 2020/RMOL

Dunia

Apapun Yang Terjadi Pada Trump, Pilpres AS 2020 Sulit Untuk Diundur

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 18:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Terpaparnya Presiden Donald Trump memicu banyak pertanyaan mengenai masa depan pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) yang akan berlangsung dalam waktu kurang dari satu bulan ke depan.

Salah satu kemungkinan yang muncul ke permukaan adalah mundurnya jadwal Pilpres pada 3 November. Namun, pakar Hubungan Internasional, Dinna Prapto Raharja, Ph.D menjelaskan, sulit untuk mengundur Pilpres AS yang sudah terjadwal dalam konstitusi.

"Di UUD-nya mereka, tanggal pemilu itu ditetapkan Selasa pertama bulan November, opsinya tanggal 2 sampai 8," ujarnya dalam RMOL World View bertajuk "Setelah Trump Disengat Corona" pada Senin sore (5/10).


Dengan adanya peraturan tersebut, maka sulit untuk mengubah jadwal pemilu.

Walau begitu, Trump sendiri dalam beberapa waktu terakhir gencar menyuarakan ide penundaan pemilu yang menurutnya akan dipenuhi kecurangan karena tidak semua pemilih dapat memilih secara langsung di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, jika pemilu dapat diundur, Dinna mengatakan, pelantikan presiden harus tetap digelar pada 20 Januari. Artinya, akan ada lebih sedikit waktu untuk mentabulasi suara.

"Kalaupun bergeser, secara konstitusional presiden harus dilantik setiap 20 Januari," tekannya.

Dalam kasus sekarang, Dinna juga menyoroti proses pemilu yang sudah berjalan karena suara yang lewat surat sudah mulai dikirimkan. Situasi itu sangat sulit untuk mengundurkan jadwal pemilu.

"Kalau pun Trump sampai wafat, maka surat suara itu akan milik (Wakil Presiden AS Mike) Pence. Tapi pemilihan wakil Pence itu nanti setelah pemilu," terangnya.

Kemungkinan pengunduran jadwal pilpres AS semakin menguat di tengah simpang siurnya kondisi kesehatan Trump yang saat ini tengah dirawat di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Maryland.

Ketika tim dokter Trump menyatakan ia telah membaik, staf Gedung Putih menyatakan kondisi presiden dalam tahap mengkhawatirkan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya