Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump saat berada di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed/Net

Dunia

Kans Trump Untuk Menangkan Pilpres AS 2020 Masih Besar

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 18:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sang petahana, Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump masih memiliki peluang untuk memenangkan pemilihan pada 3 November, meski saat ini ia masih dirawat untuk Covid-19.

Pakar Hubungan Internasional, Dinna Prapto Raharja, Ph.D mengatakan, lima pekan yang tersisa menuju pemilihan presiden (pilpres) merupakan waktu yang panjang untuk mengubah situasi.

"Lima minggu masih lama, masih banyak kemungkinan. Tinggal dua hari sebelum pemilu aja masih matters," ujar Dinna dalam RMOL World View bertajuk "Setelah Trump Disengat Corona" pada Senin sore (5/10).


Dinna mengatakan, Trump adalah sosok yang memiliki banyak ide dan cukup "ekstrem". Dalam hal ini, Trump tidak akan rela untuk menyerahkan peluang kepada lawannya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

"Saya melihat Trump itu man of many ideas, bukan jenis orang yang terbiasa atau mau kalah. Nggak ada itu dalam agendanya dia," kata Dinna.

Di tengah situasi Trump yang telah terinfeksi Covid-19, Dinna mengatakan, Trump berusaha untuk memanfaatkan peluang dengan tidak mengikuti debat. Hal tersebut akan digunakan untuk memperkuat basis setia Partai Republik.

"Apalagi situasi ini, dugaan saya dia enggak mau ikut debat. Online kaya gini pasti enggak enak banget. Jadi kemungkinan voters loyalty untuk stay, tetap piih dia di margin suara yang masih tipis dengan Biden," terangnya.

Meski begitu, Dinna mengakui, situasi Trump saat ini dalam kondisi yang kritis. Pasalnya beberapa negara bagian yang biasanya menjadi basis pendukung Partai Republik berubah haluan.

Untuk itu, Trump sendiri harus all out dan hal tersebut terlihat dalam debat perdana pada Selasa (29/10). Ketika itu, Dinna menjalaskan, Trump kembali meminta pilpres untuk dimundurkan karena khawatir dengan kecurangan.

Trump mengumumkan telah terinfeksi Covid-19 pada Jumat dini hari (2/10). Setelah melakukan isolasi mandiri di Gedung Putih, ia kemudian dibawa ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Maryland untuk mendapatkan perawatan.

Kondisi kesehatan Trump sendiri masih simpang siur dengan adanya perbedaan pernyataan dari tim dokter yang mengatakan sang presiden membaik, dengan tim Gedung Putih yang menyatakan ia dalam kondisi yang tidak begitu baik.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya