Berita

Calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden/Net

Dunia

Survei: Terinfeksinya Donald Trump Jadi Pendulang Dukungan Bagi Joe Biden

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 08:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kurang dari sebulan menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS), kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden tampak semakin unggul dari petana, Donald Trump yang saat ini tengah dirawat karena Covid-19.

Dimuat New York Post, terinfeksinya Trump terlihat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan dukungan pada Biden. Pasalnya berdasarkan survei Reuters/Polling Ipsos yang dirilis pada Minggu (4/10), mayoritas orang Amerika beripikir, Trump dapat menghindari penyakit mematikan tersebut jika ia menganggap virus corona lebih serius.

Survei nasional yang dilakukan pada Jumat (2/10) hingga Sabtu (3/10) itu dilakukan secara online dalam bahasa Inggris. Disebar ke seluruh penjuru negeri, Reuters/Ipsos mendapatkan 1.005 tanggapan dari orang dewasa AS, termasuk 596 kemungkinan pemilih.


Hasilnya menunjukkan, sebanyak 51 persen mendukung Biden, sementara 41 persen memilih Trump. Sisanya, 4 persen memilih kandidat pihak ketiga dan 4 persen lain ragu-ragu.

Keunggulan 10 poin untuk Biden semakin menjauhkannya dari Trump 1 hingga 2 poin dari survei yang dilakukan selama beberapa pekan terakhir. Walaupun peningkatan tersebut masih dalam batas presisi survei, yaitu +/_ 5 poin persentase.

Dengan sisa waktu yang hanya sekitar satu bulan, Biden telah mempertahankan keuntungan awalnya dalam mengamankan suara nasional.
Tetapi untuk memenangkan kursi kepresidenan AS, seorang kandidat harus menang di negara bagian yang cukup untuk memenangkan Electoral College. Hasil survei terhadap negara bagian menunjukkan, Trump hampir sepopuler Biden, khususnya di swing states

Peningkatan dukungan terhadap Biden sendiri terjadi ketika Trump tengah mendapatkan perawatan di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed, setelah pada Jumat (2/10) dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Terinfeksinya Trump telah melemahkan dukungan terhadapnya karena ia selama ini telah menolak keparahan pandemi. Kerap menolak protokol kesehatan, Trump juga baru-baru ini mencela Biden karena menggunakan masker.

Dalam survei tersebut juga diketahui bahwa sebagian besar orang Amerika sangat khawatir mengenai pandemi Covid-19.

Survei menunjukkan, 65 persen, termasuk 9 dari Demokrat dan 5 dari Republik, sepakat bahwa "Jika Presiden Trump menganggap virus corona lebih serius, dia mungkin tidak akan terpapar".

Selebihnya, hanya 34 persen yang mengatakan mereka mengira Trump telah memberi tahu mengenai kebenaran tentang virus corona, sementara 55 persen mengatakan tidak dan 11 persen tidak yakin.

Dari mereka yang disurvei, 57 persen orang Amerika mengatakan mereka tidak setuju dengan tanggapan Trump terhadap pandemi Covid-19 secara keseluruhan, naik sekitar 3 poin dari jajak pendapat yang berlangsung akhir pekan lalu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya