Berita

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz/Net

Dunia

Menhan Israel: Turki Menjauhkan Kawasan Dari Stabilitas Perdamaian

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 08:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Turki telah menganggu keamanan dan mengacauan stabilitas perdamaian di kawasan. Untuk itu, komunitas internasional harus memberikan tekanan pada Ankara.

Demikian seruan yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz dalam suatu konferensi virtual yang digelar Dewan Arab untuk Integrasi Regional pada Minggu (4/10), seperti dimuat Reuters.

Gantz mengurai, tindakan Turki di Suriah utara, Mediterania Timur, hingga intervensi Libya dan melakukan kontak dengan Hamas merupakan bukti bahwa Ankara telah menjauhkan kawasan dari stabilitas.


"Jelas pertanyaan tentang Turki adalah pertanyaan yang sangat rumit, karena Turki adalah bagian dari NATO," ujar Gantz.

"Jadi kami harus mengambil semua opsi yang kami miliki dan mencoba untuk mempengaruhinya melalui tekanan internasional untuk memastikan bahwa mereka menarik tangan dari terorisme," tambahnya.

Dalam pernyataannya, Gantz juga menyinggung bagaimana Turki dan Iran menolak kesepakatan damai antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain pada bulan lalu.

Mantan rival Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu mengatakan, seperti halnya Amerika Serikat (AS), Israel berpendapat bahwa kesepakatan dengan negara-negara Arab akan menghasilkan perdamaian dengan Palestina.

"Kami hanya ingin memastikan bahwa kami menemukan keseimbangan yang tepat antara menjaga keamanan dan memungkinkan kedaulatan Palestina," kata Gantz.

Kesepakatan damai antara Israel dengan UEA dan Bahrain diresmikan pada 15 September di Gedung Putih, AS. Kesepakatan yang fasilitasi oleh Presiden Donald Trump tersebut disebut dengan Abraham Accord.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya