Berita

Logo PB HMI/Net

Politik

PB HMI: Luhut Pandjaitan Terbukti Tidak Kapabel Kendalikan Pandemi

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 | 10:03 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sudah dua pekan mengomandoi Satuan Tugas penanganan Covid-19. Hasilnya, justru meleset dari target yang ditetapkan. Angka kematian di lima daerah prioritas justru meningkat drastis.

Begitu kata Wakil Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) Sadam Syarif menanggapi capaian Luhut dalam mengemban tugas dari Presiden Joko WIdodo. Luhut ditenggat 2 pekan untuk menyelesaikan masalah corona di 9 provinsi.

Sadam Syarif menilai capaian kinerja ini menjadi bukti ketidakmampuan Luhut dalam menjalankan misi khusus Jokowi.


"Sejak awal publik bahkan telah meragukan kemampuan Pak LBP untuk menyelesaikan tugas khusus presiden ini. Secara umum beliau memang tidak memiliki kapabilitas dan fokus untuk mengurus negara, kecuali dalam urusan diplomasi dan menghadirkan investor bersama tenaga kerja asing ke dalam negeri,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (4/10).

Baginya, Luhut sebagai Menko Marves memiliki porsi dan wilayah kerja yang terlalu luas dan terkesan superior dalam kabinet. Buntutnya, mantan Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD) itu tidak fokus dan lupa diri.

"Sulit bagi siapapun untuk tidak mengatakan bahwa superioritas dan arogansi LBP lah yang menjadikan iklim kerja kabinet dan situasi nasional menjadi krisis dan tidak menentu seperti saat sekarang,” tegas aktivis asal Kupang ini.

Sadam Syarif mendesak Luhut untuk segera mengembalikan amanah sebagai ketua satgas penanganan Covid-19  kepada presiden karena sudah tidak mampu mengemban tugas tersebut. Tidak lupa, sambunnya, Luhut menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat.

"Ketidakfokusan justru menjadikan beliau terlihat tidak becus dalam menyelesaikan kerja-kerja pemerintahan hari ini. Tentu saja, hal seperti ini sangat merugikan wibawa kepemimpinan Jokowi sebagai kepala pemerintahan,” ujarnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya