Berita

Pasukan milisi yang dikendalikan oleh Khalifa Haftar di Libya timur/Net

Dunia

Di Tengah Gencatan Senjata, Rusia Kembali Kirim Pejuang Suriah Ke Libya

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 | 08:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia dilaporkan telah mengerahkan para pejuang Suriah untuk bertarung di Libya, mendukung kelompok pemberontak yang dikendalikan oleh panglima perang Khalifa haftar.

Departemen operasi Sirte dan Jufra dari tentara Libya mengatakan, sebuah pesawat kargo Rusia yang berisi para pejuang Suriah tiba di Pangkalan Udara Ghardabiya pada Sabtu (3/10) pukul 11 waktu setempat.

Pengerahan tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang dilakukan oleh pemerintah Libya sejak 21 Agustus.


Namun, tentara Libya sejak itu melaporkan beberapa pelanggaran gencatan senjata oleh milisi.

Selama ini, Rusia diketahui terus mendukung Haftar dengan mengirimkan bantuan senjata dan pasukan ke Libya timur yang dikuasai oleh para milisi.

Pada Juli, Rusia telah mengirim 300 tentara bayaran asal Suriah. Di antara mereka pun setidaknya ada delapan mantan anggota ISIS, naik mereka yang berasal dari Iran dan Afganistan.

Rusia membayar masing-masing tentara tersebut sebesar 1.000 hingga 1.500 dolar AS setiap bulannya.

Libya telah dilanda perang saudara sejak penggulingan penguasa Muammar Gaddafi pada 2011. Pemerintahan GNA kemudian didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan yang setia kepada Haftar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya