Berita

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu/Net

Politik

Kritik Suntikan Jiwasraya, Said Didu: Mungkin Karena Otak Perampoknya Dekat Dengan Kekuasaan

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 | 08:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Suntikan dana Rp 22 triliun untuk penyelamatan Jiwasraya turut dikomentari mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.

Dia bahkan membuat tiga dugaan terkait dengan penyelamatan melalui penyertaan modal negara (PMN) ke PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) itu.

Adapun ketiga dugaan itu mengarah pada keterlibatan atau kedekatan pelaku perampokan uang di Jiwasraya dengan penguasa.


“Uang rakyat Rp 22 triliun digunakan menutupi perampokan Jiwasraya mungkin karena perampok dan otak perampoknya dekat dengan kekuasaan,” tuturnya dalam akun Twitter pribadi, Minggu (4/10).

Sementara dugaan keduanya, uang hasil rampokan Jiwasraya itu mengalir jauh ke kekuasaan.

“Ketiga, nasabah yang "tertipu" sebagian besar adalah "tim sukses" atau bagian dari cukong,” tutup Said Didu.

PMN diberikan bertahap kepada BPUI, yaitu di tahun 2021 sebesar Rp 12 triliun dan tahun berikutnya Rp 10 triliun.

Hal ini sesuai keputusan rapat panitia kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), manajemen Jiwasraya, dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Nantinya, gelontoran dana akan digunakan untuk penyetoran modal pembentukan perusahaan baru, yakni IFG Life yang akan berada di bawah holding asuransi BUMN, yakni BPUI.

Perusahaan tersebut digunakan untuk menampung seluruh nasabah Jiwasraya yang telah direstrukturisasi polisnya, baik itu nasabah tradisional dan saving plan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya