Berita

Pertempuran di Nagorno-Karabakh/Net

Dunia

Nagorno-Karabakh Kembali Dilanda Pertempuran Sengit, Azerbaijan Ambil Alih Delapan Desa

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 | 08:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Wilayah Nagorno-Karabakh kembali menjadi saksi pertempuran sengit antara pasukan Armenia dan Azerbaijan pada Sabtu (3/10).

Dalam sebuah pernuataan yang dirilis oleh jurubicara Kementerian Pertahanan Armenia, mereka telah menangkis serangan besar-besaran oleh Azerbaijan di sepanjang garis depan dan menembak jatuh tiga pesawat.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Azerbaijan membantah adanya pesawat yang ditembak jatuh dan mengatakan pihak Armenia telah menembaki wilayah sipil.


Dilaporkan VOA, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengumumkan pasukannya telah mengambil alih kendali desa strategis Madagiz dalam pertempuran tersebut.  

Setelahnya, dimuat Anadolu Agency, Azerbaijan mengklaim telah mengambil alih tujuh desa lainnya.

"Hari ini Tentara Azerbaijan telah membebaskan desa Talish di distrik Terter, Mehdili, Chaxirli, Ashagi Maralyan, Sheybey dan Guyjag dari distrik Jabrayil, dan Ashagi Abdurrahmanli dari distrik Fizuli. Karabakh adalah Azerbaijan!" cuit Aliyev dalam akun Twitter-nya.

Sebuah laporan media memuat, serangan itu terjadi setelah ibukota regional Stepanakert diserang oleh pasukan Azeri.

Sejak meletus pada Minggu (27/9), pertempuran di Nagorno-Karabakh telah mewaskan sedikitnya 150 orang di kedua belah pihak.

Presiden Azerbaijan menuntut penarikan Armenia dari Nagorno-Karabakh sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri pertempuran.

Sebelumnya, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia telah menyerukan gencatan senjata. Namun kedua belah pihak sebelumnya telah menolak tuntutan gencatan senjata di wilayah yang disengketakan, di mana pertempuran telah meningkat dalam beberapa hari terakhir sejak 1990-an.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya