Berita

Ketua Dewan Pers M Nuh dalam diskusi virtual bertajuk Menjaga Harapan Masyarakat Di Tengah Bencana/RMOL

Nusantara

M Nuh: Kita Terlalu Sering Gunakan Logika Usang Dalam Menghadapi Covid-19

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 19:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Permasalahan yang saat ini dialami masyarakat Indonesia seperti hantaman wabah virus corona bukanlah persoalan yang bisa diselesaikan sendiri, melainkan bersama-sama.

Selain secara kolektif, masalah seperti virus corona juga harusnya diatasi dengan logika pemikiran yang baru, mengingat wabah ini belum pernah ada sebelumnya.

“Tetapi seringkali logika yang kita pakai untuk menjawab persoalan Covid-19 masih menggunakan logika-logika usang sehingga tidak nyambung, tidak kompleks,” kata Ketua Dewan Pers, M Nuh lewat acara diskusi virtual bertajuk ‘Menjaga Harapan Masyarakat Di Tengah Bencana’, Jumat (2/10).


Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini, perlu ada logika baru dan sehat untuk dapat menyadarkan masyarakat akan bahaya pandemi Covid-19.

Di sisi lain, hantaman virus yang berasal dari Wuhan, China ini juga secara tidak langsung sebagai ujian kepada pemimpin negara dalam bersikap.

"Case Covid ini sangat menarik untuk melakukan tes leadership kita, jadi sejati-jatinya tes kepemimpinan itu pada saat krisis apakah bisa berfungsi atau tidak,” imbuhnya.

Dia juga menganalisa adanya Covid-19 ini mendesak seseorang untuk terbiasa dengan gaya normal baru, yakni dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Pasti nantinya semua ada solusi baru," tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya