Berita

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Aboebakar Alhabsyi/Net

Politik

Aboebakar Alhabsyi Tidak Ingin Generasi Muda Buta Sejarah Pemberontakan PKI

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 11:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hari Kesaktian Pancasila harus dikenang sebagai peringatan bangsa Indonesia berhasil melawan kekejaman PKI yang berusaha merebut kekuasaan lewat pemberontakan G30S/PKI.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Aboebakar Alhabsyi berharap peringatan yang jatuh setiap 1 Oktober itu memberi pelajaran bagi generasi muda bangsa Indonesia agar tidak luput dari sejarah.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah peringatan penting untuk bangsa dan negara ini. Catatan kelam masa lalu ini, adalah kenangan pahit yang kita peringati, untuk memberikan pelajaran untuk generasi muda,” ujar Aboebakar kepada wartawan, Jumat (2/10).


Anggota Komisi III Fraksi PKS ini mengatakan, generasi muda bangsa harus paham dan tahu bahwa PKI pernah melakukan upaya mengganti ideologi Pancasila.

Berkat semangat perjuangan para pahlawan, pemberontakan yang dilakukan PKI berhasil dilumpuhkan. Kemudian, pada 1 Oktober diperingati hari Kesaktian Pancasila. Sebagai momen bersejarah melawan kekejaman perebut kekuasaan.

“Generasi penerus kita tidak boleh buta sejarah, mereka harus tahu bahwa pernah ada upaya untuk mengganti Ideologi pancasila dengan komunisme. Namun alhamdulillah, rencana itu bisa gagal, yang kemudian kita memperingatinya dengan Kesaktian Pancasila,” katanya.

Aboebakar mengatakan luka sejarah ini yang kemudian membuat bangsa ini membuat putusan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan Komunis.

“Hal ini menunjukkan keseriusan bahaya PKI terhadap ideologi bangsa ini. Karenanya peringatan ini adalah bagian untuk mengambil pelajaran dari sejarah masa lalu. Dengan demikian pancasila akan tetap terjaga dan NKRI tetap jaya,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya