Berita

Menko Polhukam, Mahfud MD/Repro

Politik

Mahfud MD: Selalu Ada Kontroversi Dalam Pilkada

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 17:07 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kontroversi sepertinya selalu menyertai setiap penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia. Baik sebelum maupun saat tanah air dilanda pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Kontroversi tentang persyaratanlah, bisa calon independen atau enggak, apakah tidak sebaiknya parpol itu dibatasi saja, yang mendukung misal maksimal sekian, biar tidak diborong satu orang. Selalu ada kontroversi,” ucap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, dalam acara webinar Mappilu PWI, Kamis (1/10).

Saat ini, lanjut Mahfud, hal yang terus hangat diperbincangkan adalah kontroversi lanjut atau tidaknya Pilkada Serentak. Kekhawatiran muncul di masyarakat karena saat ini jumlah kasus positif Covid-19 cenderung terus bertambah tinggi.


Ada yang menolak penyelenggaraan Pilkada, tapi ada juga yang ingin Pilkada tetap dilangsungkan sesuai jadwal.

“Didahului dengan kontroversi, karena di tengah-tengah masyarakat itu terjadi juga kontroversi, bukan hanya di lingkungan parpol dan penyelenggara," ucap Mahfud.

"Di tengah-tengah masyarakat ada yang katakanlah pilkada itu harus ditunda karena berbahaya, untuk menyelamatkan rakyat tidak perlu kita menyelenggarakan pilkada sekarang ini,” tambahnya.

Namun, menurut sebagian kalangan, lanjut Mahfud, pelaksanaan Pilkada harus tetap dilakukan meski di tengah bahaya pandemi Covid-19.

“Tapi sebagian masyarakat, juga di parpol, ingin Pilkada tetap digelar. Pilkada ya pilkada, penyakit ya penyakit. Terjadi perdebatan itu, pada akhirnya putusan harus diambil,” ucapnya.

“Keputusan harus diambil, pasti ada yang setuju ada yang tidak, itu biasa. Tidak pernah dalam satu momen Pilkada itu taak ada kontroversi. Jangankan di tingkat nasional, di tingkat daerah saja kontroversi selalu muncul tentang Pilkada ini,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya