Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

MRT Merana, Jumlah Penumpang Turun Hingga 150 Ribu Gara-gara Pengetatan PSBB

RABU, 30 SEPTEMBER 2020 | 22:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kebijakan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diambil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakibatkan penumpang mass rapid transport (MRT) berkurang.

"Di September karena pemberlakuan kembali PSBB yang diperketat, maka jumlah penumpang mengalami penurunan menjadi 13.101 penumpang rata-rata per hari," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Wiliam Sabandar dalam forum diskusi virtual yang diselenggarakan oleh MRT Jakarta, Rabu (30/9).

Penurunan tersebut terlihat saat merujuk data pada Agustus 2020, di mana ada sebanyak 524 ribu penumpang dengan rata-rata 15.927 penumpang per hari menggunakan layanan kereta cepat itu.


Lebih lanjut, penurunan sekitar 150 ribu penumpang terlihat dari jumlah akumulasi penumpang di September 2020 yang tercatat sebanyak 366 ribu penumpang hingga Senin (28/9).

Meski mengalami penurunan jumlah penumpang, Wiliam menegaskan pihaknya tetap mendukung program pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan tetap bersedia penuh menaati aturan terkait PSBB.

"Kita berharap bahwa PSBB ini dapat efektif menekan kasus COVID-19. Sehingga pada saat nanti direlaksasi, jumlah penumpang MRT Jakarta akan terus berjalan," ujarnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta.

Selama PSBB, beberapa kebijakan juga disesuaikan dalam layanan MRT Jakarta, misalnya mulai dari penyesuaian jam operasional, meniadakan gerbong kereta khusus wanita, hingga melarang penumpang menggunakan masker berbahan kain scuba satu lapis saja.

Hal itu sesuai dengan SK Kadishub DKI Jakarta soal pemberlakuan operasi MRT Jakarta.

Saat ini MRT beroperasi di hari kerja maupun di akhir pekan dari jam 05.00-19.00 WIB. Kemudian selang waktu kedatangan 10 menit dan seluruh stasiun beroperasi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya