Berita

CEO PT Delta Data Mandiri, Steven Law/Net

Bisnis

Asli Produk Dalam Negeri, Sengkuyung Aplikasi Membuat Manajemen Kolaborasi Kerja Lebih Sederhana

RABU, 30 SEPTEMBER 2020 | 02:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

RMOL.  Hidup di era teknologi seperti sekarang ini memang dituntut untuk serba cepat dan efektif dalam melakukan berbagai hal.

Mengerjakan project secara bersama saat ini sudah menjadi suatu hal yang lumrah. Mulai dari project yang skalanya masih kecil hingga project skalanya yang besar.

CEO PT Delta Data Mandiri, Steven Law mengatakan, mengatur suatu project sampai selesai tentu bukanlah hal yang mudah, apalagi team tidak bekerja dalam satu lokasi. 
Pada kondisi seperti ini, kata dia pengelolan bersama untuk melakukan satu project dengan cara tradisional seperti mengisi form progress sangat tidak efisien.

Pada kondisi seperti ini, kata dia pengelolan bersama untuk melakukan satu project dengan cara tradisional seperti mengisi form progress sangat tidak efisien.

"Bukan saja membosankan tapi juga melelahkan. Sistem inipun tidak memungkinkan untuk kolaborasi tapi hanya untuk pengelolaan saja," kata Steven dalam keteranganya, Selasa (29/9).

Bahkan, Steven menilai Email bisa digunakan tetapi kurang membantu jika menyangkut topik yang panjang, karena melibatkan banyak stakeholder serta membutuhkan pengelolaan banyak dokumen. 

Untuk itu kata dia, PT Delta Data Mandiri menawarkan solusi paling tepat, yaitu aplikasi kolaborasi pekerjaan secara online yang bernama Sengkuyung. Sengkuyung dalam bahasa Jawa berarti dikerjakan bersama-sama secara gotong-royong. 

"Jadi aplikasi Sengkuyung dibuat untuk memudahkan kolaborasi pekerjaan menjadi lebih sederhana dan menyenangkan," katanya.

Lebih jauh dikatakan Steven, aplikasi Sengkuyung memungkinkan anggota tim tidak perlu lagi menempel kertas sticky pada papan yang sudah ketinggalan zaman. Setiap anggota tim kata dia, bahkan bisa melihat progress kinerja dari setiap anggota team yang lain secara realtime.

"Cara ini sangat membantu Anda untuk bisa mengetahui sejauh mana pekerjaan akan selesai," imbuhnya.

Dikatakan lagi, Sengkuyung adalah aplikasi buatan dalam negeri. Aplikasi ini lebih unggul dibanding aplikasi sejenis buatan luar negeri sekalipun.

"Di Sengkuyung Anda tidak hanya bisa mengorganisir file-file dan mengatur kolaborasi kerja, tapi juga bisa melakukan video conference. Dengan video conference, perkembangan proyek dan langkah kerja yang harus dilakukan bisa dibicarakan dan diputuskan dengan cepat," jelasnya.

Tidak hanya bisa diikuti semua anggota tim, tambah Steven, video conference ini juga bisa diikuti ratusan peserta pasif dengan performa streaming yang tetap baik.

Dia menuturkan Sengkuyung telah tersedia dalam versi web maupun mobile, baik Ios maupun android. 

Meskipun belum diluncurkan secara luas di play store, atau app store, dia berdalih aplikasi ini telah digunakan oleh beberapa perusahaan besar dan menengah yang menjadi mitra PT Delta Data Mandiri, yaitu perusahaan yang mengembangkan aplikasi ini.

Melihat respon positif para mitra yang menggunakan Sengkuyung, kata Steven, PT Delta Data Mandiri berencana akan meluncurkan aplikasi ini pada masyarakat luas pada bulan Desember 2020.

Saat ini, aplikasi Sengkuyung bisa didapatkan dengan menghubungi website PT Delta Data Mandiri di www.Deltadatamandiri.com.

"Di tengah pandemi yang mengharuskan banyak orang bekerja di rumah, Steven yakin,  SENGKUYUNG akan mendukung kerja kolaboratif mereka jadi lebih mudah dan menyenangkan," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya