Berita

Wakil Ketua MPR< Jazilul Fawaid saat jadi narasumber di acara Ngobrol Bareng bang rulsna RMOL/Repro

Politik

Benarkan Lieus Sungkharisma, Jazilul Fawaid Tegaskan Pancasila Bukan Barang Candaan

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 20:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid sepakat dengan pernyataan Lieus Sungkharisma soal ideologi Pancasila yang tidak boleh diremehkan oleh siapapun.

Hal ini menjawab pertanyaan masyarakat perihal urgensi RUU BPIP yang sebelumnya merupakan RUU HIP hingga memunculkan kontroversi di kalangan masyarakat.

“Soal ideologi bukan barang candaan. Tidak boleh dibuat remeh. Kita membuat rumusan, para pendahulu kita membuat rumusan Pancasila dan empat pilar yang ada, itu dengan keringat, darah dan air mata, yang kemudian terbukti sampai hari ini tegak,” tegas Jazilul dalam acara diskusi virtual ‘Obrolan Bareng Bang Ruslan’, dengan tema ‘Kebangkitan Komunisme dan Ketahanan Nasional’, Selasa (29/9).


Meski belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan secara sempurna, menyeluruh, adil dan makmur, politisi PKB ini justru menekankan agar para pejabat tinggi negara harus paham betul terhadap ideologi Pancasila.

“Sebagai pejabat tinggi negara, harus paham betul terhadap ideologi Pancasila ini. Justru yang dikhawatirkan saat ini kan, kalau di antara pejabat, pikirannya sudah jauh dari Pancasila, atau bahkan diindikasikan oleh kelompok tertentu, katakanlah ini sudah mulai memyimpang ini,” katanya.

Pihaknya teringat ketika dulu menjadi seorang aktivis di KNPI, di era Soeharto. Dia harus diseleksi secara ketat, apakah datang dari kelompok komunis atau tidak.

Namun saat ini, tidak adanya lembaga screening di pemerintahan untuk membuktikan pejabat tersebut bagian dari kelompok berbahaya atau tidak.

“Kalau dulu gampang sekali, karena ada Litsus. Saya dulu, untuk menjadi salah seorang aktivis menjadi salah seorang KNPI kan harus ada sertifikat P4. Ada 100 jam 120 jam, itu ada dibuat dalam suatu sistem.

“Saat ini kan tidak ada suatu sistem, ini juga yang kemudian perlu kita pikirkan bersama. Apakah ini diatur dalam UU seperti HIP atau tidak,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya