Berita

Ketua Dewan Penasehat Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) Gus Syauqi Maruf Amin (tengah peci putih)/Net

Politik

Gus Syauqi Optimis Ketahanan Pangan Tercapai Jika Swasta Dan Pemerintah Bersinergi

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 19:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketahanan pangan nasional merupakan benteng terakhir dalam ketahanan ekonomi sebuah bangsa. Terlebih, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi ancaman resesi ekonomi akibat pandemi virus corona berkepanjangan.

Sinergi antar pelaku usaha, khususnya di bidang pertanian diperlukan untuk menopang kemandirian ekonomi petani. Dengan begitu, haarapan memberdayakan petani akan terwujud.

Begitu kata Ketua Dewan Penasehat Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) Gus Syauqi Maruf Amin menanggapi harapan agar sektor pertanian dioptimalkan di masa pandemi.


"Saya optimistis, jika semua pihak bersinergi, baik pemerintah dan swasta, cita-cita mewujudkan ketahanan pangan akan tercapai," ujarnya dalam acara ramah tamah di Novotel Hotel Lombok bersama Gubernur NTB, Kapolda NTB, serta Danrem 162/Wira Bhakti, Selasa (29/9).

Putra Wakil Presiden Maruf Amin itu menilai bahwa petani merupakan pahlawan ketahanan pangan sebuah bangsa. Karena itu, semua pihak terkait harus membantu petani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya.

“Petani jangan hanya dijadikan simbol dan memanfaatkannya,” sambung Gus Syauqi.

Kehadiran Gus Syauqi di NTB sendiri bertujuan untuk meluncurkan program kerja sama antara KMSN dengan Sintesa Persada. Program ini bertujuan untuk memberdayakan ribuan petani yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program bertajuk Tani Mandiri Nusa Tenggara Barat (Taman Nusatera) itu akan diluncurkan langsung Gus Syauqi pada Kamis (1/10).

Dalam acara ini, ribuan petani akan dilibatkan dalam penanaman bibit jagung di 10 ribu hektare lahan yang berada di tiga kabupaten, yakni Bima, Dompudan, dan Sumbawa.

Dalam program ini KMSN dan Sintesa Persada akan menggandeng BNI 46 untuk menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para petani. Selain itu, program ini akan melibatkan Jasindo untuk asuransi bila gagal panen. Termasuk melibatkan pihak Pupuk Kaltim (PKT).

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya