Berita

Gedung Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, CDC AS/Net

Dunia

CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 17:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS melaporkan sebuah fakta yang cukup mengagetkan, mereka menyebut hampir 280 ribu anak usia sekolah di AS terinfeksi virus corona baru antara 1 Maret hingga 19 September, menurut data terperinci yang dirilis pada Senin (28/9).

Angka tersebut menyumbang sekitar empat persen dari total beban kasus AS selama periode ini, dengan anak-anak berusia 12-17 tahun kira-kira dua kali lebih mungkin terinfeksi dibandingkan mereka yang berusia 5-11 tahun.

Tingkat kasus baru terus meningkat selama musim semi dan kemudian meningkat selama musim panas, memuncak pada 19 Juli dengan insiden mingguan rata-rata 37,9 per 100.000.


Kasus-kasus baru kemudian berhenti selama beberapa minggu sebelum menurun pada akhir Agustus - meskipun tampaknya sekarang meningkat lagi menuju level musim panas.

Para penulis melaporkan bahwa data membantu menetapkan dasar untuk memantau tren infeksi Covid-19 karena beberapa sekolah kembali ke pembelajaran tatap muka sekarang dan dalam beberapa bulan mendatang.

"Studi sekolah menunjukkan bahwa pembelajaran secara langsung dapat aman di komunitas dengan tingkat penularan SARS-CoV-2 yang rendah, tetapi mungkin meningkatkan risiko penularan di komunitas di mana penularannya sudah tinggi," kata mereka, seperti dikutip dari AFP, Selasa, (29/9).

Laporan tersebut memberikan lebih banyak data untuk tren yang sudah diketahui, seperti bahwa kelompok minoritas Hispanik dan kulit hitam berada pada risiko tinggi mengembangkan Covid-19 yang parah, seperti halnya anak-anak dengan kondisi yang mendasarinya.

Secara keseluruhan, 277.285 anak terinfeksi, 3.240 dirawat di rumah sakit (atau 1,2 persen); 404 dirawat di perawatan intensif (0,1 persen); dan 51 meninggal (0,01 persen).

Tingkat rawat inap yang sebenarnya, termasuk perawatan intensif dan kematian cenderung lebih rendah pada kenyataannya karena jumlah sebenarnya dari anak-anak yang terinfeksi mungkin jauh lebih tinggi dan tidak tercatat, mengingat jumlah kasus tanpa gejala.

Meskipun risiko terhadap anak-anak relatif rendah, para ahli kesehatan lebih khawatir tentang risiko penularan yang dapat ditularkan oleh anak-anak kepada orang tua atau kakek-nenek mereka.

Anak-anak dalam kelompok 5-11 menyumbang 101.503 kasus dan 20 kematian sedangkan anak-anak dalam kelompok 12-17 menyumbang 175.782 kasus dan 31 kematian.

Penyakit paru-paru kronis, yang mencakup asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), misalnya, adalah kondisi yang mendasari paling umum.

Tingkat infeksi sangat bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lain dan penulis menekankan bahwa otoritas lokal harus memantau situasi dengan cermat untuk sampai pada keputusan terbaik tentang pembelajaran langsung.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya