Berita

Instalasi Negative Pressure Generator Room (NPRG)/Net

Bisnis

Garda Medica, Inovasi Anak Muda Indonesia Dalam Melawan Covid-19

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 02:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Korban pasien Covid-19 di DKI Jakarta semakin bertambah di bulan September ini, menurut info corona.jakarta.go.id pada tanggal 24 September 2020, ada sekitar 66.505 korban yang terinfeksi virus Sarscov-2 ini.

Pemprov DKI Jakarta telah mengambil kebijakan mengetatkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka meminimalisir korban infeksi akibat Covid-19 ini.

Seperti dilaporkan sebelumnya, pada awal bulan September 2020, tercatat 117 tenaga kesehatan Indonesia yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19.


Menurut Ketua Departemen Manajemen Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Irwandy, tingkat kematian tenaga kesehatan Indonesia saat itu mencapai 6,5 persen. Dengan begitu, dapat diartikan bahwa setiap 100 kematian ada sekitar enam hingga tujuh tenaga kesehatan yang meninggal dunia.

Oleh karena itu, dalam rangka mempersiapkan dan juga meminimalisir jumlah korban Covid-19 di kalangan tenaga medis dan masyarakat, Rumah Sakit Kramat 128 Jakarta bersama perusahaan start up medis Garda Medica membuat sistem tata ruang udara isolasi yang baik, dengan sistem zonasi yang ada berdasarkan Permenkes RI 24/2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit.

Garda Medica membuat suatu inovasi bernama Negative Pressure Generator Room (NPRG). Sistem alat ini berfungsi untuk mengubah tekanan udara suatu ruangan menjadi negative (lebih rendah dari lingkungan sekitar) sehingga aliran udara di dalam yang berisi udara akibat virus sarscov-2 tidak menyebar keluar.

NPRG ini juga memfiltrasi udara-udara di dalam ruangan yang keluar dengan menggunakan Hepafilter Merv-17, dengan efektivitas 99,97 persen dapat menyaring partikel yang berukuran lebih besar dari 0,3nm seperti bakteri, jamur, dan virus. Sistem alat tersebut merupakan inovasi karya anak bangsa yang juga dikonsepkan oleh para tenaga medis didalamnya.

“Saat ini kebanyakan rumah sakit di zona merah mengalami kekurangan kapasitas ruang rawat isolasi pasien Covid-19. Beberapa rumah sakit rujukan juga telah mendedikasikan bahkan hingga seluruh ruang perawatan lantai dasarnya untuk ruang isolasi pasien Covid-19," ujar CEO Garda Medica, Febri Bahari dalam keterangannya, Senin (29/9).

Namun tetap saja, kata Febri, tren positif yang semakin tinggi pada sebulan terakhir membuat rumah sakit kewalahan dan membutuhkan tambahan ruang isolasi bertekanan negatif.

"Rumah sakit yang besar saja bisa mengalami overload pasien COVID, apalagi rumah sakit kecil. Kami telah bekerjasama dengan puluhan rumah sakit dari berbagai daerah, termasuk RS Kramat 128, untuk menerapkan ruang isolasi bertekanan negatif dengan NPRG agar meminimalisir pajanan virus ke tenaga Kesehatan,” jelasnya.

Tidak hanya di Rumah Sakit Kramat 128, Garda Medica telah bekerjasama dalam manajemen tata ruang udara dengan produk NPRG di Rumah Sakit Permata Depok, Rumah Sakit Lubuk Linggau Palembang, Rumah Sakit Kasih Herlina Timika, Rumah Sakit Bakti Timah, dan berbagai rumah sakit lainnya.

Ke depan Garda Medica telah melakukan inovasi baru yaitu Garda Isolation Patient Capsule (GIPC). Alat tersebut berfungsi sebagai transportasi pasien infeksi Covid-19 dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan aman dengan standard medis. Alat tersebut diinovasi berdasarkan standar medis yang berlaku dan juga teknologi terkini.

Dengan adanya produk inovasi tersebut, sambung Febri, Garda Medica membuktikan bahwa Indonesia bisa membuat alat yang inovatif dan siap seperti negara maju lainnya untuk menghadapi pandemic Covid-19.

"Semangat para pemuda Indonesia tidak lekas turun ketika pandemi yang sampai saat ini semakin parah," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya