Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Kecewa Berat, Presiden Prancis Emmanuel Macron Tuding Pemimpin Lebanon Mengkhianati Janji

SENIN, 28 SEPTEMBER 2020 | 17:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Prancis Emmanuel Macron sepertinya kecewa berat kepada pemerintah Lebanon karena gagal memenuhi tenggat waktu yang diberikannya untuk melakukan reformasi pemerintahan.

Macron bahkan menuduh para pemimpin Lebanon mengkhianati janji atas kegagalan mereka untuk membentuk pemerintahan setelah ledakan di pelabuhan Beirut.

Pada konferensi pers yang dilakukannya pada Minggu (27/9) waktu setempat, Macron mengatakan elit politik Lebanon telah memutuskan untuk 'mengkhianati' kewajiban mereka dan telah melakukan 'pengkhianatan kolektif' dengan gagal membentuk pemerintahan.


"Mereka telah memutuskan untuk mengkhianati komitmen ini (untuk membentuk pemerintahan)," kata Macron kepada wartawan, menyatakan dia "malu" terhadap para pemimpin negara.

"Saya melihat bahwa pihak berwenang dan kekuatan politik Lebanon memilih untuk mendukung kepentingan partisan dan individu mereka sehingga merugikan kepentingan umum negara," tambahnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Lebanon Mustapha Adib mengundurkan diri pada hari Sabtu (26/9) , dengan mengatakan bahwa dia tidak dapat membentuk pemerintah yang berpikiran reformasi.

Dalam kritiknya itu Macron juga mencela habis para pemain politik di Lebanon.

Selain itu, pemimpin Prancis itu juga mengirim peringatan tajam kepada kelompok Syiah Hiszbullah yang didukung Iran, yang terwakili dengan baik dalam pemerintahan yang akan keluar dan beberapa analis menuduh pemerintah menunda proses tersebut.

"Hizbullah seharusnya tidak berpikir bahwa ia lebih kuat daripada yang sebenarnya. Ia harus menunjukkan bahwa ia menghormati semua orang Lebanon. Dan dalam beberapa hari terakhir, ia dengan jelas menunjukkan sebaliknya," kata Macron.

Alih-alih memberikan sanksi langsung pemimpin Prancis itu kembali memberi waktu kepada para pejabat politik Lebanon empat hingga enam minggu untuk menerapkan peta jalannya, dan mengatakan dia akan berkomitmen untuk mengadakan konferensi donor untuk Lebanon pada bulan Oktober.

Macron, yang mengunjungi Lebanon dua kali setelah ledakan, berulang kali mendesak warga Lebanon untuk tidak membuang waktu lagi dalam membentuk pemerintahan.

Ledakan ratusan ton amonium nitrat pada 4 Agustus di pelabuhan Beirut menewaskan lebih dari 190 orang, melukai ribuan orang, dan merusak sebagian besar ibu kota.

Bencana tersebut memicu protes baru atas korupsi dan salah urus, mendorong kabinet sebelumnya untuk mundur.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya