Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha/Net

Politik

Komisi I: Jangan Cuma Fahri Dan Fadli Zon, Diplomat Indonesia Juga Perlu Diberi Penghargan

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020 | 20:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Apresiasi tinggi disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha terhadap ketegasan Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) yang menyanggah tudingan pelanggaran HAM di Papua.

Bahkan Syaifullah meminta agar negara bisa memberikan penghargaan bagi para pejuang Indonesia di kancah internasional tersebut.

“Ya bagi mereka pejuang-pejuang diplomasi internasional, tentu pantas mendapatkan penghargaan-penghargaan dari negara,” ujar Syaifullah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/9).


Legislator dari Fraksi PPP ini menyarankan agar pemerintah tidak hanya memberikan penghargaan kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon saja, tapi juga memberikan Bintang Mahaputera Nararya kepada diplomat internasional Indonesia di PBB.

“Sudah saatnya nanti, pemberian gelar setiap tahun kepada orang-orang yang berjasa pada Indonesia perlu diberikan penganugerahan Bintang Mahaputera Nararya. Jangan hanya Fadli Zon sama Fahri Hamzah saja,” katanya.

“Pejuang internasional ini juga perlu. Yang kita kagum itu diplomat milenial. Kita banyak diplomat milenial, kita perlu berikan penghargaan,” tandasnya.

Setidaknya, ada tujuh poin yang disampaikan PTRI dalam menyanggah pernyataan Wakil Vanuatu di PBB, Antonella Picone soal pelanggaran HAM di Papua. Salah satu poin yang disampaikan yakni soal tewasnya Pendeta Yeremias Zanambani yang dituding karena kekerasan yang dilakukan militer Indonesia.

"Terkait dengan tewasnya Pendeta Yeremias Zanambani, Indonesia menolak tegas tuduhan tidak berdasar Vanuatu yang tanpa didukung fakta terverifikasi. Aparat penegak hukum Indonesia dengan serius sedang dan masih melakukan penyelidikan menyeluruh atas tindak kejahatan tersebut," bunyi salah satu poin PTRI.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya