Berita

Eri Cahyadi-Armuji/Net

Politik

Pengamat: Ada Risma Effect Di Balik Eri-Armuji Di Pilkada Surabaya

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 | 23:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Walikota Surabaya Tri Rismaharini masih memiliki efek elektoral bagi pemenangan paslon walikota dan wakil walikota Surabaya yang diusung PDI Perjuangan Eri Cahyadi-Armuji.

Pengamat politik dari Accurate Research and Consulting (ARC) Indonesia, Baihaki Siradj menilai, efek elektoral muncul lantaran selama ini Eri dipersepsikan sebagai calon walikota yang dipersiapkan Risma untuk mengganti dirinya dalam memimpin Kota Surabaya lima tahun ke depan.

"Ada Risma effect sehingga Eri-Armuji itu pilihan realistis dan PDIP sudah punya kalkulasi politiknya," kata Baihaki kepada wartawan, Sabtu (26/9).


Baihaki mengatakan, kolaborasi Eri-Armuji merupakan pasangan calon yang saling bisa melengkapi.

Sebagai sosok yang dipersepsikan dekat dengan Risma, Eri dinilai bisa menggaet suara dari kalangan pendukunga fanatik Risma. Eri juga berpengalaman sebagai birokrat dan usianya masih mewakili kalangan anak muda.

"Dengan sosoknya yang masih milenial, tentu akan mendapat tempat tersendiri di kalangan pemilih pemula dan pemilih usia muda," ujarnya.

Sementara Armuji, lanjut Baihaki, adalah politikus senior PDIP Surabaya. Pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya, dan sekarang anggota DPRD Jawa Timur.

"Tentu sebagai kader Armuji pasti akan mendapatkan dukungan dari kader PDIP," imbuhnya.

Meski sebelumnya sempat terpecah soal tarik ulur dukungan, Baihaki meyakini PDIP mampu mempersatukan faksi-faksi yang sebelumnya sempat terpecah.

"Bila sudah ada keputusan ketua umum, kader PDIP ini loyal pada ketumnya dan militansinya luar biasa sehingga dipastikan semua kader mengamankan dan mendukung penuh rekom DPP PDIP pada pilwali Surabaya," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya