Berita

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Airlangga Hartarto/Net

Politik

Airlangga Hartarto: Meski Memukul Dunia Usaha, Covid-19 Jadi Momentum Trasnformasi Ekonomi Nasional

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2020 | 12:20 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pandemi Covid-19 yang berdampak cukup luas, juga menjadi momentum untuk merumuskan strategi transformasi ekonomi di Indonesia.

Begitu dikatakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite PC-PEN di Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (25/9).

"Meskipun memukul dunia usaha secara luas, pandemi Covid-19 justru menjadi momentum bagi pemerintah, untuk merumuskan kembali transformasi ekonomi, salah satunya di bidang pariwisata," ujar Airlangga.


Pariwisata, kata Airlangga, menjadi salah satu sektor yang harus segera didorong untuk pemulihan.

"Banyak ekonomi daerah yang menggantungkan pada sektor ini, sekaligus juga paling mudah dan terbuka untuk menyerap tenaga kerja. Bahkan, jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata terus naik sejak tahun 2010," katanya.

Menko Perekonomian ini menyebutkan, daerah-daerah perekonomiannya bergantung pada pariwisata telah mengalami kontraksi yang cukup dalam selama pandemik.

"Beberapa daerah seperti Bali dan Kepri yang sangat mengandalkan sektor pariwisata, telah mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut. Bali kontraksi sebesar -1,14 persen dan -10,98 persen, sedangkan Kepulauan Riau tumbuh 2,06 persen (kuartal I), namun kontraksi -6,66 persen (kuartal II)," jelasnya.

Untuk mendorong pemulihan pariwisata nasional dari dampak Covid-19, kata Airlangga, pemerintah tengah mendorong beberapa strategi dan sejumlah program.

"Salah satunya, optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata dengan membuat event seperti pada Rakorpim hari ini, yang kita lakukan untuk mendorong mulainya kegiatan wisata dan MICE di lokasi/destinasi wisata seperti di Bintan ini," katanya.

Sambung ketua Umum Partai Golkar itu, pemerintah juga memiliki modal kunci yakt=ni ketahanan ekonomi yang lebih baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang perekonomiannya juga terdampak Covid-19.

Indonesia pada kuartal II lalu mencatatkan kontraksi pertumbuhan sebesar -5,32 persen. Meskipun demikian, kondisi Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain seperti India (-23,9 persen); Malaysia (-17,1 persen); Filipina (-16,5 persen); Singapura (-12,6 persen); Thailand: (-12,2 persen).

"Pemerintah tetap optimistis, dengan modal ketahanan ekonomi yang lebih baik dari negara lain, serta perbaikan berbagai indikator ekonomi, langkah-langkah yang ditempuh pemerintah diharapkan bisa segera memulihkan perekonomian nasional sekaligus mengamankan kesehatan masyarakat dari Covid-19," katanya mantap.

Airlangga menyebutkan juga bahwa selain merancang strategi membangkitkan kembali sektor pariwisata. Rakorpim kali ini juga menjadi percontohan pelaksanaan pertemuan dengan penerapan protokol kesehatan.

"Selain untuk mendorong kegiatan Pariwisata, pelaksanaan Rakorpim kali ini juga dimaksudkan untuk memberikan contoh yang baik mengenai penyelenggaraan acara meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) yang menerapkan kepatuhan yang tinggi terhadap protokol kesehatan," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya