Berita

Presiden Donald Trump, berbicara dengan McMaster, di kediaman Trump di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, Senin, 20 Februari 2017/Net

Dunia

Kecewa Dengan Pernyataan Trump, Mantan Penasihat Keamanan AS: Mari Bersatu Sebagai Orang Amerika

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2020 | 11:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat HR McMaster menyesali pernyataan Presiden Donald Trump. Menurutnya, penolakan Trump untuk berkomitmen pada transisi kekuasaan secara damai setelah pemilihan "sangat mengecewakan."

"Sungguh ini adalah sesuatu yang ditakuti oleh para pendiri kami," kata McMaster dalam sebuah wawancara dengan CNN, pada Kamis (24/9).

"Kita semua harus menuntut agar para pemimpin kita mengembalikan kepercayaan pada prinsip-prinsip demokrasi kita, lembaga dan proses. Tentu saja, itu adalah administrasi yang bertanggung jawab untuk mengamankan proses pemilihan. Ada banyak pekerjaan yang dilakukan dalam pemerintahan itu untuk melakukannya setelah pelajaran dari pemilu 2016."


Sebelumnya, Trump ditanya apakah dia tidak akan berkomitmen untuk peralihan kekuasaan yang damai dan dia berkata, "Baiklah, kita harus melihat apa yang terjadi."

"Pemilihan kami telah diserang di masa lalu," tambah McMaster. "Mari kita jangan menyerang mereka. Mari bersatu sebagai orang Amerika dan menjalankan proses yang bisa kita percayai." kata pensiunan letnan jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat ini.

Ia pun menggemakan seruan jenderal paling senior Amerika, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, yang mengatakan kepada Kongres dalam sebuah surat yang dirilis Agustus lalu bahwa militer tidak akan berperan dalam pemilihan November. Kemenangan tidak membantu menyelesaikan sengketa apa pun jika hasilnya diperebutkan.

"Mereka yang menyarankan bahwa militer akan memiliki peran dalam pengalihan kekuasaan, berarti mereka sama-sama tidak bertanggung jawab," kata McMaster.

"Militer seharusnya tidak ada hubungannya dengan politik partisan dan tidak ada hubungannya dengan pembicaraan apa pun tentang transisi antar pemerintahan."

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya