Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Iwan Sumule: Wapres Maruf Amin Sepertinya Mau Sindir Kepemimpinan Jokowi?

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 | 10:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Wakil Presiden RI Maruf Amin tentang tata kelola kesehatan, Indonesia dan dunia dalam mengatasi Covid-19 mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan masyarakat.

Dalam pernyataannya, Maruf Amin menyebut, pandemi Covid-19 telah menunjukkan secara gamblang bahwa tata kelola kesehatan, di Indonesia maupun negara lain, masih lemah. Sehingga berdampak luas pada dunia.

"Belajar dari krisis kesehatan ini pula, tampak benderang di depan mata kita, betapa lemahnya tata kelola kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global," kata Maruf saat memberi sambutan di acara Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) Tahun 2020 secara virtual dari Jakarta, Rabu (23/9).


Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule tertawa mendengar pernyataan Maruf Amin. Baginya, apa yang disampaikan wapres adalah bentuk pengakuan atas kinerja lemah pemerintah.

“Hahaha....Wapres Maruf Amin bisa wae,” katanya dalam akun Twitter pribadi, Kamis (24/9).

Menurut Iwan Sumule, pernyataan Maruf ini seperti menyimpan maksud lain. Dalam hal ini, mantan Rais Aam PBNU itu hendak mengkritik halus sang presiden.

“Pak Maruf sepertinya mau nyindir Presiden Jokowi dalam kepemimpinan ini?” tanyanya.

Iwan Sumule lantas menyindir upaya keras Presiden Joko Widodo saat Pilpres 2019 lalu yang berusaha menjadi imam shalat demi meyakinkan bahwa dia bisa memimpin. Padahal, sambungnya, menjadi imam shalat belum tentu menjadi jaminan bisa menjadi seorang pemimpin bangsa.

“Sudah bisa jadi imam shalat belum tentu bisa menjadi pemimpin bangsa dan negara. Iya nggak sih?” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya