Berita

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny Gerard Plate/RMOL

Politik

Nasdem Akui Belum Terapkan Sanksi Untuk Paslon Yang Langgar Protokol Kesehatan

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 | 01:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Gelaran kampanye pada Pilkada Serentak 2020 diharapkan dilakukan para pasangan calon (paslon) yang berkontesiasi tanpa pertemuan fisik.

Begitu yang dikatakan Sekjen Partai Nasdem, Johnny Gerard Plate dalam jumpa media secara virtual, Rabu malam (23/9).

Hal itu ditekankan Plate mengingat saat ini masih ditemukan adanya perjumpaan fisik dalam kampanye. Meski dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, hal itu menjadi rentan lantaran saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.


“Partai Nasdem menekankan, untuk secara minimal dan kalau bisa menghindari perjumpaan fisik dengan terlebih dahulu mengutamakan mendayagunakan semua komunikasi, melalui media-media digital,” ucap Plate yang juga menjabat sebaga Menteri Komunikasi dan Informatika ini.

Nasdem sendiri, kata Plate, di seluruh Indonesia baik di tingkat kabupaten kota dan provinsi telah memiliki task force yang akan mengawasi seluruh proses pilkada serentak 2020 ini.

“Termasuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di setiap kampanye oleh paslon, baik dari kader Nasdem sendiri atau dari paslon yang didukung oleh Nasdem,” katanya.

Disinggung mengenai sanksi internal jika ada paslon yang melanggar aturan protokol kesehatan selama kampanye pilkada 2020 ini, Plate mengatakan hingga saat ini belum dapat memberikan sanksi lantaran belum ada payung hukumnya.

“Hingga saat ini payung hukum terkait dengan sanksi belum ada. Namun Partai Nasdem menekankan betul dan memberikan pengawasan yang ketat agar pelaksanaan protokol kesehatan betul-betul dilaksanakan oleh paslon dan tim-tim kampanye yang melakukan kegiatan kampanye di provinsi kabupaten dan kota yang bersangkutan,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya