Berita

Mahasiswa yang tergabung dalam elemen Mahasiswa Arek Suroboyo (MAS)/Ist

Politik

Tolak KAMI, Mahasiswa Arek Suroboyo Kecam Pernyataan Kontroversial Gatot Nurmantyo

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 | 01:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam elemen Mahasiswa Arek Suroboyo (MAS) menolak aktivitas Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya dan Provinsi Jawa Timur.

Mahasiswa asal UPN Veteran Surabaya yang juga Kordinator Mahasiswa Arek Suroboyo (MAS), Sahala mengatakan, mahasiswa Surabaya menolak segala bentuk aktivitas dan gerakan politik KAMI di Surabaya dan Jawa Timur. Sebab, berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah masyarakat Jawa Timur yang majemuk dan sedang fokus menghadapi dampak pandemi Covid-19.

"Kita tegas menolak dan menentang segala bentuk aktivitas dan gerakan politik KAMI di Surabaya dan Jawa Timur. Untuk apa ada gerakan-gerakan politik lagi," ujar Sahala di Angkringan Merah Putih Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (23/9).


Ditambahkan Sahala, narasi dan diksi yang digunakan para tokoh KAMI juga cenderung memprovokasi dan dinilai berupaya mengoyak dan merongrong persatuan bangsa Indonesia.

Ia kemudian menyoroti pernyataan deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo baru-baru ini yang mengungkapkan alasan pergantian dirinya dari pucuk pimpinan TNI di tahun 2017 karena menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk memutar Film G30S/PKI.

Mereka menganggap, pernyataan tersebut sangat provokatif dan terkesan sengaja dihembuskan untuk menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

"Bagi kami, pernyataan Pak Gatot menjelang 30 September itu sarat muatan provokatif. Padahal jejak digital masih mencatat tepat pada hari pergantian Panglima TNI tahun 2017 tersebut, Pak Gatot bilang pergantian pucuk pimpinan TNI sesuatu yang wajar, karena beliau juga sudah menjabat selama dua tahun lebih," jelasnya.

Lebih lanjut, Sahala menduga pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut telah melanggar kode etik prajurit yang seharusnya tidak perlu mempertentangkan keputusan atasan, dalam hal ini presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dari institusi TNI.

"Beliau (Pak Gatot), seharusnya tidak perlu mempertentangkan keputusan presiden karena ada kode etik prajurit yang melekat pada diri Pak Gatot," urai Sahala.

Dalam konferensi persnya, para mahasiswa tersebut juga meminta aparat kkepolisian untuk tidak memberikan izin terhadap setiap aktivitas KAMI di Kota Surabaya dan di Provinsi Jawa Timur.

"Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat Surabaya dan Jawa Timur untuk tetap mengedepankan persatuan, menjaga kondusifitas, serta menolak gerakan-gerakan politik yang memecah belah persatuan dan kebhinnekaan," demikian Sahala.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya