Berita

Calon Walikota Surabaya Eri Cahyadi/Net

Politik

Lanjutkan Kepemimpinan Risma, Eri Cahyadi Fokus Tuntaskan Kemiskinan Berbasis Data

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 18:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Calon Walikota Surabaya yang diusung PDI Perjuangan Eri Cahyadi berkomitmen menjaga keberlanjutan pembangunan kota Surabaya, terlebih dalam hal memperhatikan kesejahteraan wong cilik dengan berbasis data.

Sebagai mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri mengatakan telah memiliki gambaran utuh bagaimana mewujudkan program pengentasan kemiskinan dengan single data MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

Eri adalah salah satu sosok sentral di balik inovasi tersebut.


“Melalui laman resmi ini, warga bisa mengecek apakah sudah termasuk ke dalam data MBR atau tidak, karena nanti semua intervensi akan mengacu pada data ini, termasuk data pengangguran yang juga terkoneksi dengan data MBR ini," kata Eri dalam keterangannya Rabu (23/9).

Eri menjelaskan, dengan berbasis single data MBR itulah nantinya program-program pengentasan kemiskinan akan dilakukan.

Program itu mulai dari membagikan makanan gratis tiap hari ke puluhan ribu warga, beasiswa pendidikan, kesehatan gratis, bedah rumah, pembukaan lapangan kerja, hingga bantuan kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM.

Sambungnya, program pengentasan kemiskinan yang ia usung dalam kampanye merupakan mandat partai. Program-program tersebut sekaligus menegaskan bahwa pilkada bagi PDIP bukan semata-mata ajang merebut kekuasaan, tapi sebagai jalan untuk memajukan dan menyejahterakan sebuah daerah.

"Artinya kami total bekerja untuk membela wong cilik, mereka yang tidak mampu dan tidak berdaya, seperti yang dilakukan Bu Risma (Walikota Surabaya Tri Risma Harini) selama ini," demikian Eri.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya